Maret 2, 2024

Liputan6.com, Jakarta Banyak pemimpin di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan kini memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sedikit pada tahun 2024 dibandingkan tahun lalu.

Hal ini terungkap dari survei bersama terhadap para pemimpin bisnis yang dilakukan oleh Nikkei, Surat Kabar Bisnis Maeil, dan Global Times China.

Meskipun risiko geopolitik meningkat, para eksekutif perusahaan memperkirakan adanya pertumbuhan mendasar yang kuat.

Dikutip dari laman Nikkei, Jumat (19/1/2024): Meski Tiongkok mengalami perlambatan, namun 67 persen responden di negara tersebut optimis terhadap pertumbuhan ekonomi. Angka tersebut merupakan proporsi tertinggi di antara Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Survei ini dilakukan antara tanggal 7 dan 21 Desember dan melibatkan para pemimpin bisnis dari total 275 perusahaan di tiga negara.

Didukung oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi global, beberapa eksekutif bisnis yakin lingkungan bisnis perusahaan mereka akan sedikit membaik tahun depan, sebuah survei menunjukkan.

Survei yang dilakukan oleh tiga media internasional menunjukkan bahwa hampir separuh dari ketiga negara tersebut menyatakan rencana penanaman modal mereka pada tahun 2024 akan meningkat sedikit atau bahkan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Di sisi lain, masih terdapat kekhawatiran terhadap prospek perekonomian Tiongkok.

Dalam survei yang dilakukan oleh ekonom Nikkei, Nikkei Asia, dan Nikkei QUICK News yang berfokus pada Tiongkok, rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto riil pada tahun 2024 diperkirakan sebesar 4,6 persen.

Hal ini disebabkan oleh krisis real estate di Tiongkok dan menurunnya belanja konsumen.

Ketika ditanya bagaimana perlambatan ekonomi Tiongkok akan berdampak pada perusahaan mereka, 75,8 persen pemimpin bisnis Jepang dan 60,4 persen pemimpin bisnis Korea Selatan mengatakan hal ini dapat “mengurangi keuntungan.”

Ada juga kekhawatiran bahwa perlambatan perekonomian Tiongkok akan berdampak besar pada perusahaan Jepang dan Korea Selatan.

Pada tahun 2024, pemilu akan diadakan di banyak negara, seperti Amerika Serikat dan Rusia, yang akan mempengaruhi urusan global.

Hal ini meningkatkan ketidakpastian, namun studi tersebut mengungkapkan perbedaan antara ketiga negara mengenai dampak ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sekitar 75 persen pemimpin bisnis Jepang dan Korea Selatan menilai pemilihan presiden AS sebagai peristiwa paling penting pada tahun 2024.

Namun di Tiongkok, hanya 22 persen yang menganut pandangan ini, dengan tanggapan tertinggi sebesar 47 persen, sebuah tren meningkatnya regulasi global terhadap perusahaan teknologi besar, termasuk raksasa Google dan Apple.

Para pemimpin bisnis Jepang juga ditemukan berbeda dari rekan-rekan mereka di Tiongkok dan Korea Selatan dalam hal hubungan AS-Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Di Jepang, 58 persen yakin hubungan telah membaik sejak kepemimpinan Donald Trump.

Sedangkan di Tiongkok hanya 33% dan di Korea Selatan hanya 33,7% yang mempercayai hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *