Maret 2, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Suplemen digunakan untuk mengkompensasi kekurangan vitamin dan mineral dari makanan sehari-hari dan mencegah penyakit. Namun, ada empat jenis suplemen makanan yang berpotensi menimbulkan efek buruk jika dikonsumsi secara rutin.

“Anda sebaiknya tidak mengonsumsi keempat suplemen ini karena (suplemen) tersebut sangat berbahaya,” kata Dr. Charles MD melalui akun TikTok pribadinya, kata Express, Senin (15/1/2024).

Berbeda dengan makanan, suplemen biasanya mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah lebih tinggi. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen yang tidak perlu dapat menyebabkan kelebihan asupan vitamin dan mineral.

Mengonsumsi terlalu banyak berbagai vitamin dan mineral bisa berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, Dr Charles menghimbau masyarakat untuk menghindari empat jenis suplemen vitamin dan mineral berikut ini.

Vitamin A

Asupan vitamin A berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan penglihatan, pertumbuhan, reproduksi dan kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin A kaya akan antioksidan yang membantu melawan penyakit seperti penyakit jantung dan kanker.

Namun bila dikonsumsi secara berlebihan, seperti dari suplemen dosis tinggi, vitamin A dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan hati. Faktanya, bila dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu, kadar vitamin A yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit hati.

Mayo Clinic mengungkapkan, mengonsumsi lebih dari 200.000 mcg vitamin A dapat menimbulkan sejumlah keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan rabun dekat. Asupan vitamin A yang tinggi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah seperti penipisan tulang dan cacat lahir.

Vitamin E

Banyak orang menyukai suplemen vitamin E karena efek antioksidannya. Sebenarnya, Dr. Menurut Charles, konsumsi vitamin E berlebihan meningkatkan risiko kanker. Hal ini diperkuat oleh beberapa penelitian yang menemukan adanya kaitan antara suplementasi vitamin E dengan kanker.

“Vitamin E dapat mempengaruhi perkembangan kanker melalui beberapa mekanisme,” kata Committee on Carcinogenicity (COC) dalam laporan tahun 2015.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Namun COC menilai bukti ilmiah yang ada saat ini tidak menunjukkan bahwa suplementasi vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *