Maret 2, 2024

Liputan6.com, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Jakarta akan memulai program kolektif royalti musik pada tahun 2024 dengan mengadakan Rapat Kerja Pimpinan Harian pada 23 Januari 2024.

Presiden LMKN Dharma Oratmangun menyampaikan beberapa poin penting terkait rancangan tujuan dan strategi pengumpulan royalti musik di awal tahun.

“Dan tujuan tersebut harus tercapai pada tahun 2024,” kata Dharma dalam rapat kerja harian pimpinan LMKN.

“Saya melihat dari pemaparan tersebut, target pengumpulan royalti (musik) dalam satu tahun meningkat beberapa persen dibandingkan tahun lalu,” imbuh Dharma.

Dalam kesempatan tersebut, Dharma mengingatkan, target pengumpulan royalti yang ditetapkan LMKN bukanlah hal yang mudah.

“Tentu ada kendala di industri, misalnya ada pengguna yang tidak mau membayar, maka kami siapkan upaya hukum atau langkah hukum, mulai dari pelaporan hingga ke pengadilan jika perlu,” tegas Dharma.

Rapat yang juga dihadiri Komisioner LMKN Johnny Maukar dan Yesi Kurniawan, serta Koordinator Pelaksana Harian Hendry Noya dan 12 LMK yang diundang itu bertujuan mengumpulkan royalti senilai Rp 196 miliar.

“Kami telah membahas koordinasi bersama untuk menyusun pola kolektif kemudian menyusun strategi pemungutan dan mematangkan target pemungutan royalti yang ditetapkan sekitar Rp 196 miliar pada tahun 2024, tidak termasuk royalti digital,” kata Dharma.

Selain membahas target pencapaian royalti pada tahun 2024, Dharma mengatakan persentase uang yang diterima LMK yang diberi mandat untuk memungut atau memungut royalti juga telah disepakati.

“Setelah cukup banyak perdebatan, akhirnya kami menetapkan LMK yang bertugas mengumpulkan royalti dari pengguna yaitu 8 persen,” pungkas Dharma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *