Maret 1, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Gunung Anak Ranakah merupakan salah satu gunung berapi di Pulau Flores yang terletak di Kabupaten Mangarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (NTT) Puncak Anak Ranaka berada 2.169 meter di atas permukaan laut.

Pemukiman terdekat dengan Gunung Anak Ranaka berada di Kecamatan Ruteng. Gunung Anak Ranakah merupakan salah satu jenis gunung api kerucut.

Pos pengamatan aktif Gunung Anak Ranaka terletak di Kecamatan Wari, Kabupaten Mangarai. Pos Pengamatan Gunung Anak Ranaka dapat dicapai dengan kendaraan 4WD dari Kecamatan Ruteng melalui Desa Robo.

Dari pos tersebut dibutuhkan waktu 45 menit untuk mendaki menuju puncak Gunung Anak Ranaka. Akan ada kawah di bagian atas.

Banyak hal tentang Gunung Anak Ranaka selain lokasi dan ketinggiannya. Berikut enam fakta menarik Anak Ranaka yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (14/12/2023). 1. Batu dan pasir menjadi ladang ranjau

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, situs resmi ESDM, warga sekitar biasa mengambil batuan dan pasir Gunung Anak Ranaka untuk dijadikan bahan bangunan. Kedua bahan bangunan ini merupakan hasil pengendapan awan panas dan lahar Gunung Anak Ranaka.

Kegunaan lain dari Gunung Anak Ranaka adalah sebagai penghasil energi panas bumi yang menggerakkan turbin pembangkit listrik tenaga panas bumi. Lokasi pembangkit listrik berada di Desa Ulumbu atau Pokok Leok. Daya listrik yang dihasilkan sebesar 200 MW. Pengelolaan pembangkit listrik ini telah diserahkan kepada Pertamina

Gunung Anak Ranakah terbentuk pada tanggal 28 Desember 1987. Gunung ini muncul di antara Pegunungan Mandosau dan Pegunungan Ranakah yang merupakan gunung berapi aktif selama beberapa abad terakhir.

Pasca letusan pertama pada 28 Desember 1987, tercatat Gunung Anak Ranaka meletus hingga awal Januari 1988. Lokasi Gunung Anak Ranaka dekat dengan pemukiman penduduk dan lahan pertanian, terutama di daerah kaki bukit dan lereng bawah. 3. Gunung Anak Ranaka sebagai hulu sungai

Kompleks Gunung Ranakah merupakan rumah bagi tiga daerah aliran sungai yang saling berbatasan di puncak Gunung Ranakah, yaitu Daerah Aliran Sungai (DAS) Río Wepesi di lereng utara kompleks pegunungan dengan aliran utama mengalir ke utara. Flores mengapung ke laut di garis pantai pulau, Rio.

Sedangkan DAS Laku Toka dan DAS Nawu yang terletak di lereng selatan pegunungan masing-masing mengalirkan air sungai ke selatan pulau dan bermuara ke Laut Sawu di lepas pantai Nanga Labang.

Berdasarkan laman resmi ESDM, Kamis (14/12/2023), pendaki asal Ruteng (ibu kota Kabupaten Mangarai) dapat menggunakan kendaraan roda 4 sebagai pos PGA Ranakah untuk mencapai puncak gunung berapi Anak Ranakah. Gunung Ranakah (Menara Telekomunikasi).

Kemudian lanjutkan berjalan kaki sekitar 45 menit dan Anda akan sampai di kubah Anak Ranaka, gunung berapi yang sedang aktif. Akses jalan asli menuju puncak menyediakan jalur yang mudah dimulai dari Desa Robo, kurang lebih 1 jam perjalanan dari Ruteng.

5. Dekat Taman Alam Ruteng

Dikutip dari halaman Medium Kamis (14/12/2023) Sebelum mengunjungi Gunung Anak Ranaka, Anda juga bisa mengunjungi Taman Wisata Alam Ruteng. Ini adalah surga bagi pecinta burung

Burung Hantu Lingkup Flores (Atus alfredi), Burung Nuri Gantung Flores (Loriculus flosculus), Burung Nuri Flores (Gracula religiosa mertensi), Elang Sunda/Elang Flores (Nisatus floris, dahulu Spicetus floris) dan Teater. (Pachycephala nudigula) dapat Anda temukan. Pihak berwenang telah memetakan tiga observatorium di lokasi tersebut, yakni Ranameese, Ranaka, dan Golo Lusang.

Dikutip dari laman Roma Indonesia Kamis (14/12/2023) Kubah lava gunung api Ranakah Poko Mandasau merupakan gunung tertinggi di Flores dengan ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut. Ada lagi kubah lava yang lebih kecil, Anak Ranakah (Anak Rakanah), yang terbentuk saat letusan tahun 1987.

Letusan terakhir terjadi pada tahun 1991, namun Anak Ranaka terus mengeluarkan asap putih sejak tahun 2011. Gunung Anak Ranaka di Kabupaten Ruteng dan sekitarnya kini menjadi gunung berapi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama satwa asli. . di sekitarnya

Pasalnya Anak Ranaka merupakan salah satu bentuk kerucut dalam rangkaian kerucut yang berada di pinggir kaldera Pokokleok sehingga membentuk panorama alam yang sangat indah didukung dengan udara segar dan lingkungan tradisional. Menjelajahi kawasan ini memberikan perjalanan berbeda bagi traveler saat menjelajahi Flores, NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *