Maret 3, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menyarankan investor untuk mengalokasikan lebih banyak dana pada reksa dana obligasi untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan inflasi dan suku bunga dasar di seluruh dunia pada tahun 2024.

Selain itu, investor dapat secara bertahap menambah alokasi pada reksa dana saham sejalan dengan potensi pergeseran minat investor global dari pasar saham yang sudah matang, yang telah mengalami pertumbuhan pesat pada tahun lalu.

Namun tentunya portofolio investasinya tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor, kata Chief Executive Officer Mandiri Investasi Aliakhdin Sawgi alias Adi di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Adi menjelaskan, inflasi global diperkirakan akan menurun, terutama di Amerika Serikat (AS), yang akan berdampak pada penurunan suku bunga utama The Fed, yang akan berdampak positif pada pasar obligasi dan aktivitas korporasi karena biaya yang lebih rendah. dana.

“Mandiri Investasi meyakini imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun bisa turun hingga 5,75-6,25 persen, dan IHSG berpotensi menembus level 8.000 pada akhir tahun 2024,” kata Adi.

Dari dalam negeri, perekonomian nasional diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan positif pada tahun ini, didorong oleh pemilihan umum (Pemilu) yang akan mendukung peningkatan belanja pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Anak usaha PT Mandiri Sekuritas ini menargetkan dana kelolaan tumbuh 10 persen year-on-year pada 2024, didukung reksa dana terbuka dari kelas aset saham, obligasi, dan pasar uang, serta produk investasi alternatif.

“Selain meluncurkan produk baru, kami akan meningkatkan dana kelolaan dari produk yang sudah ada dengan memperkenalkan fitur kelas saham. “Berkat kelas saham, reksa dana kami dapat memenuhi kebutuhan investor yang dinamis dan kompetitif,” kata Ady.

Batchnya akan meningkatkan penetrasi nasabah melalui sinergi Mandiri Group dan memperkuat pemasaran ke agen penjual efek reksa dana. “Untuk menjangkau nasabah di luar Indonesia, kami akan mengoptimalkan cabang Mandiri Investasi di Singapura yaitu Mandiri Investment Management Singapura,” kata Adi.

Pada akhir tahun 2023, perusahaan yang tergabung dalam Grup Bank Mandiri ini mencatatkan total dana kelolaan (AUM) sebesar Rp 43,34 triliun.

Selama tahun 2023, Mandiri Investasi akan meluncurkan beberapa produk investasi baru, salah satunya adalah reksa dana Indeks ETF yang berinvestasi pada saham-saham indeks LQ45 yaitu Mandiri ETF LQ45.

Selain itu, berbagai penghargaan di bidang pengelolaan investasi telah diperoleh perusahaan, salah satunya ESG Best Investor Award dari Yayasan SRI KEHATI yang merupakan bukti komitmen perusahaan terhadap investasi berkelanjutan.

“Kami bersyukur Mandiri Investasi dapat terus tumbuh dan mempertahankan posisinya di antara 10 besar manajer investasi di Indonesia,” kata Adi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *