Februari 26, 2024

SOLO – Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung transisi energi bersih dan mencapai target net zero (NZE) pada tahun 2060. Modernisasi kendaraan terus dipercepat guna mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke kendaraan listrik. pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

“Semua sangat bersemangat, kami sudah melakukan observasi di banyak kota dan pendaftarannya juga banyak,” kata Direktur Transisi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM seraya mengatakan mineralnya. (ESDM) Gigih Udi Utomo di sela-sela acara Festival Sepeda Motor Listrik di Kota Solo, Minggu (3/12/2023).

Baca juga: Riset: Prospek Kerja Bagus Jadi Alasan Utama SMK Lebih Diminati Masyarakat

Hingga November 2023, lanjutnya, anggotanya berjumlah 7 ribu. Elektrifikasi kendaraan selanjutnya akan dilakukan oleh bengkel rekanan dan sejauh ini berjumlah 12. Bengkel rekanan bisa diperluas sehingga jumlahnya lebih banyak. Tahun 2023 target omset 50.000 dengan bantuan Rp 7 juta.

Ia mengatakan, untuk sepeda motor, biaya konversinya berbeda-beda antara bengkel satu dengan bengkel lainnya, namun maksimal Rp 17 juta. Pada tahun 2024, pihaknya akan mendirikan sekolah vokasi dan bengkel daerah yang diharapkan menjadi bengkel elektronik kendaraan baru.

SRM Niaga PLN Jawa Tengah dan Unit Induk Distribusi (UID) DIY Dian Herizal mengatakan, pihaknya mendukung penggunaan kendaraan listrik dengan material dan peralatan pendukungnya. PLN telah membangun banyak infrastruktur, terutama di kawasan strategis, seperti Stasiun Pengisian Mobil Umum (SPKLU), Stasiun Pengisian Mobil Umum (SPLU) dan masih banyak fasilitas lainnya.

Baca juga: Pemerintah dorong industri baterai kendaraan listrik di Indonesia

“Ini 100% dukungan kami terhadap perubahan ekosistem dan kami berharap masyarakat terbiasa dan tidak takut menggunakan sepeda motor listrik,” kata Dian Herizal.

Ia mengatakan pengisian sepeda motor listrik bisa dilakukan di rumah biasa. Pada dasarnya, di rumah orang mendapat 80% energi.

Kapolda Jawa Tengah Gubernur Jenderal (Purn) Nana Sudjana mengatakan, saat ini terjadi fenomena perubahan iklim yang berdampak pada lingkungan. Ia menyambut baik Festival Sepeda Motor Listrik sebagai komitmen penurunan emisi dan penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Ia mengatakan, populasi kendaraan listrik di Jateng per November 2023 sebanyak 3.478 orang. Memiliki 598 kendaraan roda empat dan 2.910 mobil.

“Ada peningkatan besar dari tahun ke bulan atau bulan ke bulan. “Masyarakat kami mulai mempelajarinya dan menggunakannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *