Maret 3, 2024

JAKARTA – Kota Singa atau Shi Cheng dibangun pada masa Dinasti Han Timur pada tahun Masehi. Dari tahun 25 sampai Masehi 200 M, ditemukan utuh, tersembunyi 40 meter di bawah permukaan Danau Qiandao di Tiongkok timur. Para ahli menyebut kota ini sebagai Atlantis-nya Tiongkok.

Awal mula ditemukannya kembali kota Atlantis terjadi pada tahun 2001. Pemerintah setempat kemudian memulihkannya dan memutuskan untuk membukanya pada tahun 2017 sebagai lokasi menyelam bagi wisatawan.

Seperti dilansir Indy100, Senin (27/11/2023), Shi Cheng diperkirakan dibangun pada tahun Masehi. Dari tahun 25 sampai Masehi 200 pada masa Dinasti Han Timur. Kota ini dulunya merupakan pusat politik dan ekonomi di provinsi Zhejiang bagian timur. Pusat listrik regional terletak di kota ini.

Tembok kota, yang diyakini berasal dari abad ke-16, memiliki lima gerbang masuk, berbeda dengan empat gerbang tradisional di kota-kota Tiongkok kuno. Jalanannya sangat lebar dengan 265 lengkungan dengan patung naga, burung phoenix dan singa.

Pada tahun 1959, pemerintah Tiongkok membangun pembangkit listrik tenaga air di daerah tersebut, menyebabkan kota tersebut terendam. Ini bukan sekedar menghilangkan materi sejarah. Lebih dari 300.000 orang harus direlokasi untuk proyek tersebut, yang akhirnya mengarah ke Danau Qiandao.

Efek samping yang mengejutkan dari hal ini adalah kota ini bagaikan kapsul waktu bagi era yang tenggelam. Karena air yang digunakan untuk merendamnya tidak mengandung zat korosif, sisa-sisanya berada dalam kondisi sempurna.

Meski masih berfungsi sebagai kota hingga pertengahan abad ke-20, Kota Singa belum pernah terpetakan sepenuhnya. Kini para penyelam perlahan-lahan menjelajahi setiap bangunan, struktur, lengkungan, jalan dan rumah, akhirnya mengumpulkan gambaran lengkap tentang seperti apa kota tersebut. Sampai saat itu tiba, kota ini akan tetap diselimuti misteri seperti Atlantis milik Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *