Maret 4, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banyak kelompok hak asasi manusia (HAM) yang menyerukan boikot terhadap perusahaan raksasa jasa kesehatan dan barang konsumen Johnson & Johnson atas keterlibatannya dalam mendukung tindakan kolonial Israel terhadap Palestina.

Seolah mengenang boikot tersebut, mantan Wakil Presiden Johnson & Johnson Sam Maldonado kembali menghidupkan kembali ujaran kebenciannya di media sosial. Dia meminta pemerintah Israel untuk membunuh semua warga Palestina.

Wakil Presiden Sam Maldonado berkata: Mungkin Bibi (Perdana Menteri Israel) mendapat pesan dari Tuhan untuk membunuh seluruh warga Palestina, kata Sam dalam laporan akun X, @SouthAsiaIndex pada Selasa (26/12/2023).

Di LinkedIn, Sam menulis bahwa orang mungkin menyebutnya pembersihan etnis atau genosida, namun, katanya, orang-orang terpilih tahu bahwa itu adalah ketaatan kepada Tuhan.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan Johnson & Johnson pantas diboikot karena tidak berani memecat Sam atas pernyataannya.

Dalam laporan Watanserb, akun Islamic Affairs mengumpulkan komentar Sam tentang Gaza dari akun resminya ke dalam sebuah video dan menggambarkannya sebagai komentar yang menakutkan. Dalam video tersebut, mantan wakil presiden Johnson & Johnson, yang akan mengundurkan diri pada tahun 2022, mengakui perlunya memusnahkan segala sesuatu di Gaza, mengutip teks agama palsu dalam Taurat.

Akun tersebut juga melampirkan serangkaian komentar Wakil Presiden Johnson di LinkedIn di mana ia secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap semua orang, khususnya menargetkan seluruh penduduk Gaza tanpa kecuali.

Islamic Information Foundation yang berbasis di Inggris telah memasukkan nama Johnson & Johnson di antara 140 merek terkenal dunia dalam kampanye boikotnya terhadap perusahaan-perusahaan yang mendukung agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Seberapa dekat hubungan Johnson dan Johnson dengan Israel…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *