Maret 3, 2024

REPUBLIK.

Saya akan berkunjung pada akhir Desember atau awal Januari untuk melihat dampaknya terhadap pariwisata di Aceh, kata Sandiaga, Kamis (12/7/2023) di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Sandiaga mengaku akan terus memantau kondisi pariwisata di Aceh. Selain itu, pemerintah mencurigai adanya tindak pidana perdagangan manusia (TPPO) terhadap pengungsi Rohingya.

“Gara-gara bencana kemanusiaan itu, saudara kita Rohingya jadi tertekan. Akhirnya kita khawatir ini akan menjadi bagian dari TPPO. Jadi kita harus pastikan tidak berdampak buruk pada pariwisata Aceh,” dia berkata.

Sebelumnya, Polres Pidie menangkap HM (70) yang diduga menyelundupkan 149 warga etnis Rohingya ke pesisir pantai Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh.

Pada Rabu (12/6/2023), Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali mengatakan: “HM merupakan warga negara Bangladesh yang memfasilitasi perahu kayu untuk mengangkut etnis Rohingya dari Bangladesh ke perairan Myanmar.”

Imam Asfali mengatakan, warga Rohingya tersebut dibawa dengan perahu kayu dan memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin atau dokumen. Pembunuhan berencana terhadap warga Rohingya di Indonesia pada Selasa (14/11/2023) pukul 11.30 WIB, Kampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

Lanjut Kapolres, pelaku memeras Rp7 hingga 14 juta atau DKK 50 hingga 100 per orang, dari setiap imigran Rohingya.

Jika ditambah dengan hasil kejahatan tersebut, para agen menerima sekitar Rp3 miliar, kata Imam Asfali.

Sementara itu, 16 warga etnis Rohingya melarikan diri dari tempat penampungan sementara bekas gedung kantor imigrasi di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Berdasarkan informasi yang kami terima, para pengungsi Rohingya merusak dinding kamar dan berlari menuju toilet yang diberi pagar, kata Darius, Kepala Departemen Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Lokseumawe. , Aceh.

Saat meninjau lokasi, pihaknya menemukan jumlah pengungsi Rohingya yang berada di shelter berjumlah 498 orang, naik dari sebelumnya 514 orang. Menurut Darius, pihaknya belum mengetahui alasan para pengungsi Rohingya melarikan diri dari tempat penampungan.

Ia juga bertanya kepada instansi terkait yang menangani pengungsi internasional. Penjaga yang menunggu di lokasi pengungsian termasuk polisi, personel keamanan, anggota Badan Pengungsi PBB, IOM dan dana pengungsi.

“Para petugas dikerahkan ke depan, namun para imigran Rohingya melarikan diri di belakang mereka.”

Ia mengatakan, ini bukan kali pertama warga Rohingya melarikan diri dari tempat penampungan sementara di Lhokseumawe. Sebelumnya pada Senin (27/11/2023), terdapat tujuh lagi pengungsi etnis Rohingya yang melarikan diri dari tempat penampungan bekas gedung kantor imigrasi di Lhokseumawe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *