Maret 4, 2024

Liputan6.com, Jakarta Menteri Negara Erick Thohir mencatat pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan Himpunan Bank Umum (Himbara) untuk UMKM telah mencapai Rp 1,6 triliun hingga September 2023.

“Himbara hingga saat ini telah menyalurkan hampir Rp 1,6 triliun, hingga September 2023,” kata Erick Thohir pada acara pembukaan UMKM EXPO (RT) Brilianpreneur, di JCC, Kamis (12/07/2023).

Bank Himbara yang diketahui antara lain PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN).

Menariknya, kata Erick Thohir, di antara seluruh bank Himbara, Bank BRI lah yang paling banyak menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, yakni mencapai porsi 83 persen.

“Ngomong-ngomong, ini bukan sekedar promosi BRI, kebetulan 83 persen promosi ini dari BRI. Tapi kami juga berharap dan mendorong Himbara lain untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memuji PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang berhasil menjadi bank penyalur KUR terbesar di Indonesia dibandingkan bank Himbara lainnya.

“Di BIS sendiri, 83 persen pengusaha mikro dan usaha kecil dimiliki semuanya, artinya hampir semuanya dimiliki oleh BIS, bank lain tidak punya peluang,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyoroti, secara keseluruhan penyaluran KUR UMKM di Indonesia masih rendah yakni 21 persen dibandingkan negara lain seperti China sebesar 65 persen, Jepang juga sebesar 65 persen, dan India yang mencapai 50 persen.

Yang selalu saya tekankan terkait pembiayaan, pembiayaan kepada UMKM harus dipermudah, karena kalau kita lihat penyaluran kredit perbankan ke UMKM hanya 21 persen dari total kredit yang ada, pungkas Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang berhasil menjadi bank penyalur KUR terbesar di Indonesia dibandingkan bank Himbara lainnya.

Tercatat porsi penyaluran KUR BRI kepada UMKM mencapai 83 persen, sedangkan sisanya berasal dari bank Himbara lainnya.

“Di BIS sendiri, 83 persennya adalah pengusaha mikro, perusahaan kecil, yang memiliki segalanya, artinya hampir semuanya dimiliki oleh BIS. Bank lain tidak mempunyai peluang itu,” kata Jokowi saat membuka UMKM EXPO (RT) Brilianpreneur di JCC, Kamis (12/07/2023).

Meski begitu, jika dilihat secara keseluruhan, penyaluran KUR UMKM di Indonesia masih rendah yakni 21 persen, dibandingkan negara lain seperti China yang sebesar 65 persen, Jepang juga 65 persen, dan India yang mencapai 50 persen.

“Yang selalu saya pertahankan adalah terkait pembiayaan, pembiayaan kepada UMKM harus difasilitasi, karena kalau kita lihat penyaluran kredit perbankan ke UMKM hanya mewakili 21 persen dari total kredit yang ada,” ujarnya.

Padahal, menurut Jokowi, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 61 persen, dan daya serap UMKM juga besar, yakni 97 persen dari kapasitas serapan tenaga kerja bekerja di dunia usaha.

“Kita tahu 61 persen PDB perekonomian kita ditopang oleh UMKM, usaha mikro, kecil, dan menengah, dan 97 persennya terkait dengan ketenagakerjaan, dan penyerapan oleh UMKM tersebut penting,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan pembukaan UMKM EXPO (RT) Brilianpreneur, di CCM dihadiri Direktur Senior BRI Sunarso, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Koperasi dan UKM Teten Masduki, Jokowi meminta jajarannya memperbaiki regulasi terkait penyaluran KUR kepada UMKM.

“Saya kira Pak Menteri BUMN, nanti dengan BI dan OJK, regulasinya harus diperbaiki, karena UMKM kita tidak semua punya aset agunan, jadi perlu dianalisa perspektifnya juga, jangan hanya melihat di mana Anda berada. jaminannya,” pungkas Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *