Maret 4, 2024

Liputan.com, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah mengeluarkan aksi korporasi pelunasan utang Garuda Indonesia melalui skema penawaran tender kepada pemegang surat utang tertentu dan surat utang sukuk. Diumumkan Proses Kewajiban Pembayaran (PKPU).)

Sebagaimana diumumkan pada 1 Desember 2023 melalui keterbukaan informasi di situs Singapore Exchange (SGX), periode keikutsertaan dalam penawaran tender akan berlangsung hingga 15 Desember 2023 dan pembayaran sebagian dijadwalkan akan dilakukan pada 21 Desember 2023.

Garwood Indonesia memiliki jumlah pokok maksimum sebesar US$50.000.000 dalam rencana pembayaran kembali surat utang dan sukuk tertentu. Jumlah tersebut belum termasuk pembayaran bunga yang terhutang atau pembayaran jumlah angsuran yang terutang, yang biayanya akan ditentukan kemudian.

Dana disalurkan dari kas internal perusahaan sesuai dengan kebijakan pengelolaan kas perusahaan, yang salah satunya adalah mengutamakan penyelesaian kewajiban perusahaan kepada kreditur.

Irfania Putra, Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan rencana spesifik penjaminan utang dan pembayaran sukuk adalah untuk meningkatkan efektivitas profil arus kas perusahaan melalui pengelolaan aktif aset, liabilitas dan ekuitas, serta meningkatkan kinerja ekuitas. Hal ini merupakan bagian dari inisiatif proaktif perusahaan. . Prinsip dasar kinerja operasional perusahaan

Kata Irfan dalam keterangan resminya, Senin (4/12/2023). Prosesnya bisa lebih halus dan sensitif.

Ia mengatakan, pembayaran sebagian ini juga mempertimbangkan volatilitas pasar saat ini yang berdampak pada kenaikan suku bunga di pasar mata uang dolar Amerika (USD).

“Aksi korporasi yang kami lakukan menjelang akhir tahun 2023 juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan fundamental kinerja operasional dengan fokus yang kuat pada prospek makroekonomi untuk menopang pemulihan. Perusahaan akan terus melakukan adaptasi untuk meningkatkan kinerja. |,’ ‘ dia berkata.

Sebelumnya diberitakan, maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 48,32% menjadi US$2,23 miliar pada kuartal III-2023.

Pertumbuhan tersebut semakin memperkuat keberlangsungan perolehan positif pendapatan operasional pada tahun 2023, dimana pendapatan operasional Garuda Indonesia pada triwulan III tahun 2023 tercatat meningkat sebesar 60% dibandingkan pendapatan operasional pada akhir triwulan II tahun 2023.

Pendapatan usaha Garuda Indonesia kuartal III 2023 ditopang oleh pendapatan usaha perseroan dari pesawat berjadwal yang naik 49,02% year-on-year (YoY) menjadi $1,72 miliar.

Kemudian penerbangan tidak berjadwal menghasilkan pendapatan sebesar $274,25 juta dan pendapatan lainnya mencapai $234,91 juta.

Setelah berhasil menyelesaikan restrukturisasi utang pada akhir tahun 2022, Garuda Indonesia terus mempercepat berbagai inisiatif transformasi untuk meningkatkan kinerja, kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfania Putra.

Dalam keterangan resminya, Kamis (2/11/2023), ia mengatakan, “Kami mengharapkan adanya titik pemulihan kinerja dengan perbaikan pesat pada indikator kinerja keuangan perseroan, termasuk posisi EBITDA dan rasio arus kas. Memperbaiki. “

Pada akhir tahun 2023, kata dia, timnya optimistis fundamental peningkatan efisiensi usaha yang kokoh akan berada pada jalurnya pasca restrukturisasi.

Dalam fase pemulihan penerbangan pascapandemi, Garuda Indonesia tentu menyadari pentingnya fokus pada perubahan perilaku masyarakat dalam mobilisasi pascapandemi.

Ia menambahkan, permasalahan rantai pasokan pada armada berbagai maskapai global menjadi tantangan dalam upaya kami meningkatkan ketersediaan peralatan produksi.

Irfan menjelaskan, langkah tersebut akan dikaitkan dengan berbagai inisiatif strategis seperti peningkatan produksi, di mana Garuda Indonesia mulai merealisasikan proses pengiriman 5 kapal berbadan sempit secara bertahap mulai pertengahan tahun 2023.

Di sisi lain, optimalisasi jaringan penerbangan juga akan terus dilakukan dengan meningkatkan frekuensi penerbangan di berbagai rute yang berkinerja positif.

Dengan pembenahan jaringan penerbangan, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan rata-rata jumlah penerbangan mencapai 5.000 penerbangan per bulan pada kuartal III tahun ini 9:12 per hari untuk seluruh operasional penerbangan.

Pertumbuhan kinerja bisnis yang kuat juga terlihat dari tren pertumbuhan efisiensi operasional, dimana Garuda Indonesia secara grup berhasil mengangkut 14,28 juta penumpang pada kuartal III tahun 2023 (YTD September 2023), lebih tinggi 36,05% dibandingkan pencapaian transportasi. . . Pada periode yang sama tahun lalu

Pada periode yang sama, Garuda Indonesia sebagai merek utama mencatat peningkatan 5,76 juta penumpang sebesar 55,48%, terdiri dari 4,58 juta penumpang domestik dan 1,18 juta penumpang internasional, yang masing-masing menyumbang 153,75% dibandingkan 41,44% dan 153,75% pada A. . Periode yang sama tahun lalu

Tren positif tersebut juga didukung oleh optimisme terhadap tingkat keterisian penerbangan atau seat load factor (SLF), dimana pada periode YTD September 2023, Garuda Indonesia membukukan SLF sebesar 71,02 persen atau kinerja setahun sebesar 7,72. Persentasenya tercatat lebih tinggi Hanya 65,93 persen

Garuda Indonesia berhasil mempertahankan tingkat On-Time Flight Performance (OTP) dengan keberhasilan sebesar 87,8% dari total 44.353 keberangkatan pada periode YTD September 2023.

Selain itu, bisnis kargo Garuda Indonesia Group mulai menunjukkan tren pertumbuhan dengan pengiriman kargo mencapai rekor 44.180,27 ribu ton pada kuartal III-2023 atau 14,17 dibandingkan pengiriman kargo pada Q2-2023. Peningkatan persentase telah dicatat. 38.697,83 ribu ton

“Dengan semakin besarnya peluang bisnis kargo pascapandemi, pada pertengahan Oktober 2023, kami juga melakukan uji coba pesawat kargo berbadan sempit dengan fokus pengembangan pasar barang dagangan umum dan sektor barang ekspor. penggunaan kapal pengangkut berbadan sempit akan meluas,” kata Irfan. Reformasi bisa dimulai pada akhir tahun ini.”

Melalui berbagai pencapaian kinerja tersebut, metode kinerja Garuda Indonesia menunjukkan peluang yang menjanjikan

Di antara langkah percepatan tersebut, sebagai perusahaan yang bergerak di industri transportasi udara dengan peralatan manufaktur, Garuda Indonesia menilai sudah mampu mencatatkan kinerja keuangan. Penerapan PSAK harus disertakan 73 Standar akuntansi yang mengatur pembukuan transaksi Biaya operasional meliputi sewa, perubahan nilai tukar dan berbagai faktor ekonomi seperti perubahan harga bahan bakar penerbangan

Dalam skenario ini, kinerja keuangan Garuda Indonesia pada kuartal III tahun 2023 mengalami kerugian sebesar $72,07 juta, di tengah kinerja operasional yang diperkirakan akan membaik.

Di tengah pemulihan industri penerbangan global dari pandemi yang juga mempengaruhi perilaku wisatawan selama perjalanan yang direncanakan, pertumbuhan kinerja Garuda Indonesia diperkirakan akan terus dinamis, termasuk memantau dan mengukur target kinerja. Tahun

Irfan mengatakan, “Dengan persaingan bisnis penerbangan yang sangat kompetitif, terutama dari sisi margin laba bersih, kami sangat yakin bahwa langkah-langkah harus diambil untuk meningkatkan efisiensi.

“Ke depan, kami akan terus mempercepat hal ini melalui berbagai inisiatif strategis seperti peningkatan pangsa pasar maskapai penerbangan bertarif rendah dengan anak-anak perusahaan Citilink, pengembangan potensi pendapatan tambahan di berbagai titik kontak maskapai, restrukturisasi rute yang berkelanjutan, dan diversifikasi strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *