Maret 3, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pangan menargetkan Stok Beras Negara (CBP) di Perum Bulog mencapai tiga juta ton. Volume ini dianggap cukup aman untuk menjamin kebutuhan dalam situasi krisis akibat kekeringan El Niño dan masalah iklim lainnya.

“Pasokan Bulog akan selalu di atas satu juta ton. Namun, kemarin presiden meminta agar tambahan stok mendekati tiga juta ton. “Hal ini untuk memastikan dalam situasi apapun, baik perubahan iklim, El Nino atau lainnya, negara memiliki perbekalan yang siap untuk didistribusikan kepada masyarakat,” kata Arief dalam keterangan resminya di NTT, Rabu (12/06/2023). .

Sebagai informasi, hingga 5 Desember 2023, total stok beras yang disimpan di Bulog sebanyak 1,5 juta ton. Sementara ID Food juga mengelola produk beras sebanyak 2.260 ton.

Sedangkan Cadangan Beras Pemerintah Daerah Indonesia (CBPP) tercatat sebanyak 6.735 ton. Selain proses impor beras Bulog yang masih berjalan, Arief mengatakan produksi dalam negeri harus benar-benar dioptimalkan saat ini.

Sesuai instruksi Kementerian Pertanian, masa tanam ini minimal harus seluas satu juta hektare, sehingga bisa dipanen lebih dari 2,5 juta ton per bulan untuk kebutuhan nasional. Menurut Arief, jika perluasan tanam bisa diperluas hingga 1,5 juta hektar atau 2,5 juta hektar, maka kebutuhan beras dalam negeri bisa terpenuhi.

“Impor ini kita geluti dengan sangat gencar, karena kita ingin perekonomian bergerak di Indonesia, petaninya ada di Indonesia, penggilingan padinya juga ada di Indonesia, sehingga roda perekonomian ada di Indonesia. harus bahu membahu memperkuat CBP dan mengutamakan produksi dalam negeri tentunya,” kata Arief.

Seperti diketahui, total impor beras yang dialokasikan pemerintah pada tahun 2023 sebanyak 3,5 juta ton dan akan terus masuk secara bertahap hingga akhir tahun ini. Impor beras terbanyak berasal dari Vietnam dan Thailand.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *