Maret 3, 2024

Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta telah menyelesaikan likuidasi Rumah Sakit Haji Jakarta. Kini rumah sakit tersebut resmi terintegrasi dengan Rumah Sakit Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Likuidasi RS Haji Jakarta ditetapkan melalui surat nomor AHU/-AH.01.03-00518 tanggal 27 September 2023 dari Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Akhir. Mengenai status badan hukum PT. RS Haji Jakarta (dalam likuidasi).

Surat ini berdasarkan permintaan tim likuidator serta surat keputusan ilmiah Notaris S., S.H., M.H. Menanggapi surat permintaan. Di Jakarta Nomor 009/SL.NOT/ILM/IX/2023 tanggal 14 September 2023.

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal AHU, Kahyo Rahadian Muzahar S.H., LLM, berdasarkan salinan berkas nomor 18 tanggal 24 Agustus 2023, memberitahukan berakhirnya status badan hukum PT Rumah Sakit Haji Jakarta (dalam likuidasi). Surat Keputusan Ilmiah Notaris di Jakarta S.S.H., M.H. Catatan yang dibuat sebelumnya telah dihapus dari daftar perusahaan.

Rektor UIN Jakarta Asep Saipudin Jahar dan manajemen RS Haji UIN Jakarta mengapresiasi Kementerian Agama RI yang mendukung penuh proses penutupan likuidasi. Menurut Asep Saipudin Jahar, selesainya likuidasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesehatan masyarakat di RS Haji.

Hasil likuidasi RS Haji UIN Jakarta menjadi momentum penting bagi kepengurusan UIN Jakarta secara utuh, kata Asep Saipudin Jahar pada Senin, 16 Oktober 2023 seperti dikutip situs Kementerian Agama.

ASEP menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di RS Haji Jakarta. Rumah sakit juga didorong untuk menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian dan pendidikan di bidang kedokteran, kesehatan, dan bidang ilmu terkait lainnya.

“Harapannya, kedepannya RS Haji UIN Jakarta menjadi tempat pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Selain itu, rumah sakit ini juga menjadi tempat mahasiswa untuk belajar di bidang kedokteran, ilmu kesehatan dan bidang ilmu lainnya,” harapnya. dari. ,

Imam Subchi, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Jakarta pun menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, pengakuan atas keberhasilan likuidasi tersebut patut diberikan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai dari Menteri Agama, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, hingga Dirjen Pendidikan Islam dan lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dan mendukung dalam penyelesaian likuidasi ini, antara lain Menteri Agama RI, Sekjen Kemenag RI, Dirjen Pendidikan Kemenag. , dan seluruh stafnya,” katanya.

Berkat dukungan Kementerian Agama, lanjutnya, proses likuidasi terhenti, selesai dalam waktu enam bulan. “Alhamdulillah sesuai dengan tujuan yang direncanakan pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjutnya, UIN Jakarta dan manajemen RS Haji UIN Jakarta akan menyusun langkah-langkah strategis untuk mempercepat pemulihan RS Haji. “Ke depan perlu ada timeline langkah-langkah strategis dan implementasi untuk mempercepat proses pelayanan kesehatan menuju tujuan menjadi rumah sakit yang unggul,” kata Imam.

Flory Ratna Sari, Direktur Utama RS Haji UIN Jakarta, Ph.D. menilai selesainya likuidasi RS Haji Jakarta merupakan warisan besar yang dibagikan Kementerian Agama RI dan UIN Jakarta serta pihak pendukung. Dikatakannya, “Penyelesaian likuidasi ini setelah bertahun-tahun mengalami krisis kepemilikan merupakan bagian dari warisan besar bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama RI.”

Dr Yulianti MC, Ketua SPI UIN Jakarta sekaligus tim likuidasi juga menyampaikan apresiasi banyak pihak atas selesainya likuidasi. “Ucapan terima kasih patut disampaikan kepada seluruh pihak yang mendukung proses penutupan likuidasi, khususnya Direktorat AHU Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, BPK RI, BPKP RI, Menteri Agama beserta jajarannya, dan para likuidator,” dia berkata. Ditambahkan.

Momentum peningkatan mutu Rumah Sakit Haji

Lebih lanjut Direktur Flory menilai selesainya proses likuidasi RS Haji menjadi momen penting untuk mengakselerasi rumah sakit ini menjadi salah satu rumah sakit unggulan nasional dan internasional. Bahkan, integrasinya menjadi bagian dari UIN Jakarta, menjadikan rumah sakit ini menjadi yang terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan haji, serta menjadi bagian dari pendidikan kedokteran dan kesehatan UIN Jakarta.

“RS Haji Jakarta merupakan aset bagi masyarakat yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan masyarakat tetapi juga menjadi rumah sakit pendidikan dengan keunggulan haji,” ujarnya.

Ketua SPI Yulianti mengatakan, setelah selesainya likuidasi, sebagian besar kewajiban yang tercantum dalam risalah RUPS Luar Biasa RS Haji UIN Jakarta akan dipenuhi secepatnya. Solusinya hanya bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Hal ini dapat dilakukan bersamaan dengan proses integrasi penuh RS Haji dan BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sehingga peran dan layanan yang diberikan BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada masyarakat semakin lengkap,” jelasnya.

Proses likuidasi

Upaya penghancuran RS Haji Jakarta sudah berlangsung lama hingga menjadi bagian dari UIN Jakarta. Proses ini bermula ketika pada tahun 2017, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama secara sukarela mengalihkan seluruh 51% saham RS Haji Jakarta milik Provinsi DKI Jakarta kepada Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Penjatahan saham ini menjadikan Kementerian Agama sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 93%. Sebelumnya, Kementerian Agama memegang 42% saham. Sebagian kecil dimiliki oleh Koperasi Pegawai (6%) dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (1%).

Setahun setelah menjadi pemegang saham mayoritas, Kementerian Agama mengadakan rapat sirkular sebagai alternatif RUPS luar biasa untuk melakukan likuidasi. Selain menjadikan RS Haji Jakarta sebagai badan usaha BLU, upaya ini dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Kementerian Agama terhadap pengawasan, pengembangan dan penumbuhan RS Haji Jakarta sebagai rumah sakit pendidikan yang tertuang dalam notaris Ilmiah. Surat Keputusan S.H. M.H. Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rincian Keputusan Sirkuler Pemegang Saham PT. RS Haji Jakarta sebagai alternatif RUPS Luar Biasa.

Berdasarkan hasil rapat sirkular sendiri, Kementerian Agama melakukan serah terima pengelolaan PT pada tahun 2020. Rumah Sakit Haji Jakarta (dalam likuidasi) dari Sekretariat Jenderal Kementerian Agama ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Keputusan ini tertuang dalam KMA 459 Tahun 2020 tentang pengalihan pengelolaan PT. RS Haji Jakarta (dalam likuidasi).

Peralihan kepengurusan ini juga ditandai dengan pergantian pengurus dan direksi, serta pergantian likuidator yang ditunjuk UIN Jakarta sesuai dengan Akta Notaris Saifuddin Zuhari, SH, MH No.3 Tahun 2020 tentang pengumuman. Keputusan Rapat PT (RUPSLB). RS Haji Jakarta (dalam likuidasi).

Proses panjang perubahan kepemilikan dan perubahan badan hukum operasionalnya sejak tahun 1994 hingga tahun 2023 telah menimbulkan berbagai permasalahan tata kelola di Rumah Sakit Haji Jakarta. Hal tersebut antara lain pergantian direksi, perubahan kebijakan kepemilikan, penggunaan sumber daya manusia yang berlebihan, peningkatan utang serta lemahnya pengendalian biaya. Perubahan peraturan rumah sakit yang sangat dinamis juga menambah beban yang ditanggung RS Haji Jakarta.

Dalam percepatan rehabilitasi dan penyelesaian permasalahan di RS Haji Jakarta, UIN Jakarta dan Kementerian Agama terus berkoordinasi untuk mengambil langkah-langkah strategis. Beberapa langkah juga telah diambil dengan fokus pada regulasi, prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Awal berdirinya Rumah Sakit Haji

RS Haji Jakarta didirikan untuk mengenang tragedi Terowongan Al-Mu’asin, Mina yang memakan banyak korban jemaah haji. Didanai hibah Kerajaan Arab Saudi, rumah sakit ini dibangun pada tahun 1991 oleh Departemen Agama bekerja sama dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Republik Indonesia, Soeharto.

Dalam kunjungannya, RS Haji Jakarta mengalami perubahan manajemen. Pada awal beroperasinya, UPT RS Haji dikelola oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Namun pada tahun 1997 pengelolaannya dialihkan ke unit pelaksana Yayasan Rumah Sakit Haji Jakarta.

Selain itu, status badan hukum pengelola RS Haji Jakarta juga berubah dari yayasan menjadi perseroan terbatas (PT) RS Haji Jakarta pada tahun 1997. Kementerian Agama sebesar 42%, Koperasi Pegawai sebesar 6%, dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebesar 1%.

Kemudian pada tahun 2017, Provinsi DKI Jakarta melalui kebijakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyerahkan seluruh saham DKI Jakarta kepada Kementerian Agama RI sehingga menjadi pemegang saham mayoritas. Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat dan mengembangkan pendidikan kedokteran dan kesehatan, Kementerian Agama RI mengalihkan pengelolaannya ke UIN Jakarta yang menaungi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Ramalan Zodiak Minggu 10 Desember 2023 Sagitarius: Cerahkan hari kekasihmu dengan senyuman. Ramalan Zodiak Minggu 10 Desember 2023. Aries, tekanan pekerjaan dan perselisihan keluarga membuat kamu stres. Sagitarius, cerahkan hari kekasihmu dengan senyuman. kabarbinjai.com.co.id 10 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *