Maret 2, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan administrasi penyaluran pupuk bersubsidi dengan bekerja sama dengan operator seluler untuk meningkatkan jaringan. Hal ini untuk memudahkan penggunaan aplikasi i-Pubers atau integrasi pupuk bersubsidi.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk terus meningkatkan implementasi proyek i-Pubers dan menyempurnakannya. Mengelola distribusi kompos kepada petani sesuai regulasi untuk menjamin ketahanan pangan nasional. kata Yana, Senior Manager Program Sosialisasi Masyarakat Pupuk se-Indonesia, Nurahmad Haerudin di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2023.

Jana mengatakan Pupuk Indonesia juga memperluas kios yang menggunakan i-Puber. Secara spesifik, 12 persen dari total 26.400 kios atau 3.140 kios Pupuk Indonesia tersebar di seluruh tanah air. Provinsi yang terlibat adalah Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Pada Juli 2023, Kementerian Pertanian diminta melakukan uji coba i-Pubers, dan Pupuk Indonesia memperluasnya pada September. Kombinasi ini memastikan pupuk yang didukung lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ia yakin dengan i-Pubers, mekanisme penebusan pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah. Petani hanya perlu datang dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP). Kios kemudian akan memasukkan jumlah transaksi yang akan ditukarkan dan petani akan menandatangani bukti transaksi di i-Pubers.

“Pada saat bertransaksi, gambar KTP petani dan pupuk yang dikembalikan akan di capture di kios melalui i-Puber yang dilengkapi dengan teknologi geo-tagging. Teknologi ini dapat memberikan informasi tambahan seperti lokasi geografis dan nama lokasi transaksi. ” dia menjelaskan.

Manfaat yang diraih antara lain digitalisasi proses penukaran dan dokumen administrasi penukaran bubuk yang lebih teratur dengan tarif diskon, lanjut Yana. Hal ini kemudian memungkinkan pelacakan alokasi pupuk bersubsidi di tingkat kios menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga memudahkan pelacakan inventaris secara real time.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Yanti Ermavati, perwakilan dari Departemen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa : Pembangunan proyek i-Pubers merupakan upaya untuk menjamin penyaluran pupuk bersubsidi. Sasaran.

“Pupuk bersubsidi ini menjangkau 5.931 kota di seluruh Indonesia. Harus ada program pengumpulan bukti-bukti transaksi untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai ke tempat yang mereka butuhkan. Kita coba bersama Pupuk Indonesia. Lewat percobaan ini, hambatannya -” Kita bisa temukan cara untuk mengatasi hambatan-hambatan yang selama ini ditudingkan Suka,” kata Erma.

Selain itu, i-Pubers akan dikembangkan untuk program bantuan langsung pemerintah yang dananya akan ditransfer langsung ke petani penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *