Maret 4, 2024

Jakarta – Jika ada cara mengetahui kondisi liver dengan cepat, aman dan tanpa rasa sakit, tentu menjadi kabar baik bagi banyak orang, terutama mereka yang peduli dengan kesehatannya. Inilah sebabnya mengapa elastografi hati menjadi topik yang menarik dan penting untuk dibahas lebih lanjut.

Menurut Dr. South Horace H. Nababan, Ph.D., Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroentero-hepatologi yang aktif melayani pasien di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, elastografi hati merupakan metode skrining non-invasif. umum digunakan di MRCCC, terutama pada pasien dengan penyakit hati kronis. Dengan kata lain, alat ini mengukur kekakuan hati, yang tidak berhubungan langsung dengan derajat fibrosis hati. Jadi, dengan menggunakan alat ini, dokter bisa mendiagnosis jika pasien mengalami komplikasi penyakit hati kronis.

Oleh karena itu, alat ini dapat digunakan pada kasus-kasus seperti infeksi virus hepatitis B dan C, sirosis, penyakit hati alkoholik, penyakit hati non-alkohol, dan penyakit hati metabolik. Tes ini juga berguna untuk memantau perkembangan penyakit hati yang disebabkan oleh penyakit tersebut. obat-obatan atau penyakit autoimun,” jelas dr South, dalam keterangan tertulisnya.

Keuntungan menjalani elastografi hati dan perbedaannya dengan USG

Setiap kali kita melakukan tes kesehatan, tentu kita memilih tes mana yang bermanfaat dan aman serta tidak menimbulkan efek samping. Elastografi hati memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

1. Non-invasif: Tidak ada tusuk jarum atau pemotongan. 2. Bebas rasa sakit: Pasien tidak akan merasakan ketidaknyamanan atau rasa sakit selama pemeriksaan. 3. Dimungkinkan untuk menilai derajat fibrosis dan distrofi lemak hati.

Perbedaan antara elastografi hati dan USG bergantung pada informasi yang diberikan. “Ultrasonografi biasanya mengevaluasi struktur dan kondisi organ, sedangkan elastografi hati menilai tingkat fibrosis dan penyakit hati berlemak,” kata Dr. Selatan.

Persiapan elastografi hati dan waktu pemeriksaan

“Pasien tidak memerlukan persiapan khusus, pasien hanya diminta berpuasa selama tiga jam sebelum pemeriksaan,” kata dokter. Saut juga merupakan dokter spesialis lulusan Universitas Indonesia.

Lebih lanjut dari Dr. South menjelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes elastografi hati tidak lama, sekitar 5-10 menit, dan hasil tes langsung terlihat oleh pasien. Hasil tes dapat membantu dokter menegakkan diagnosis, menentukan tingkat keparahan penyakit hati, merencanakan pengobatan, dan memantau perkembangan pasien selama pengobatan. Ramalan Zodiak Minggu 10 Desember 2023 Sagitarius: Cerahkan hari kekasihmu dengan senyuman. Ramalan Zodiak Minggu 10 Desember 2023 Aries, Tekanan Pekerjaan dan Perselisihan Keluarga Bikin Stres. Sagitarius, buatlah hari kekasihmu dengan senyuman. kabarbinjai.com.co.id 10 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *