Februari 26, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Perekonomian global akhir-akhir ini banyak mengalami guncangan, seperti kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga, dan harga minyak yang fluktuatif.

Ketika tantangan-tantangan ini mencapai kawasan Asia Pasifik (APAC), para pemimpin bisnis perlu menggunakan teknologi untuk meningkatkan ketahanan perusahaan mereka dan membantu pengambilan keputusan.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kecerdasan buatan genetik (AI) dan memaksimalkan arsitektur data yang kuat, kata Wakil Presiden Cloudera APAC dan Jepang Remus Lim dalam konferensi pers, Selasa (12/5/2023).

“Perusahaan saat ini sangat membutuhkan pengelolaan data yang baik dan AI dapat membantu hal tersebut. Namun, untuk mempercayai AI, perusahaan juga harus memiliki data yang andal,” ujarnya.

Remus mengatakan bahwa perusahaan yang tidak dapat mempercayai AI genetik akan berada dalam situasi berbahaya. Pasalnya, segala keputusan yang diambil dengan kecerdasan buatan akan mempengaruhi masa depan perusahaan itu sendiri.

FYI, AI akan banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai bisnis di tahun 2023 dan diprediksi akan terus menjadi fokus di tahun mendatang.

Hal ini karena kecerdasan buatan genetik dan machine learning (ML) kini lebih mudah diakses oleh banyak orang, dan banyak organisasi mengambil langkah serupa untuk mengoptimalkan manfaat AI/ML bagi bisnis mereka.

Fungsi AI tidak hanya berdampak pada penghematan biaya dan efisiensi operasional dengan mengotomatiskan tugas-tugas yang monoton dan memakan waktu, namun juga membuka peluang inovasi dan pendekatan kreatif terhadap tantangan bisnis.

Penting untuk diingat bahwa platform AI tidak bekerja secara terpisah, namun memerlukan integrasi seluruh arsitektur data bisnis untuk menyediakan akses cepat dan mudah ke data yang tersedia.

Bagi Cloudera, kualitas model AI/ML sebanding dengan kualitas data yang dimasukkan ke dalamnya, sehingga menekankan pentingnya keamanan dan tata kelola data yang konsisten di seluruh organisasi.

Organisasi yang ingin memanfaatkan model AI/ML dengan baik harus memastikan bahwa mereka memiliki strategi dan platform data AI/ML yang tepat, termasuk teknologi keamanan dan tata kelola yang terintegrasi.

Nantinya, hal ini akan memberikan visibilitas penuh dan kontrol atas data di seluruh organisasi, di mana pun data tersebut disimpan.

Selain itu, Remus menyatakan bahwa adaptasi organisasi tidak boleh mengorbankan inovasi atau pertumbuhan.

Untuk menghadapi masa depan perekonomian yang tidak menentu, langkah yang diambil harus menjaga keseimbangan antara ketahanan dan kemampuan untuk terus berinovasi.

Strategi AI harus diintegrasikan secara hati-hati ke dalam strategi bisnis dan tidak hanya mengikuti tren secara membabi buta.

Baginya, penting untuk membangun fondasi AI yang kuat sejak dini dan memastikan bahwa teknologi, manusia, dan proses saling mendukung.

Dengan cara ini, organisasi dapat memanfaatkan AI untuk mempercayai data, mendorong inovasi, dan terus berkembang bahkan dalam menghadapi ketidakpastian.

Organisme yang mampu beradaptasi akan mampu bertahan dan tetap tangguh, sedangkan organisme yang antifragile akan terus beradaptasi, tumbuh dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi setiap tantangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *