Maret 2, 2024

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melontarkan “lelucon bom” kepada penumpang pesawat A320 PK-PWD milik Pelita Air dengan nomor penerbangan IP 205 di atas Juanda (SBY) atau bersedih atas kejadian tersebut. kejadian bercanda tentang bom). – Rabu (12 Juni 2023) rute Jakarta (CGK).

Mohd Kusnu, Kepala Bagian Kerjasama Internasional, Hubungan Masyarakat dan Umum Administrasi Umum Penerbangan Sipil, mengatakan pernyataan tersebut menyebabkan penundaan penerbangan. Ia meminta masyarakat yang melakukan perjalanan dengan jasa perjalanan udara tidak bercanda soal bom. Pasalnya, merugikan pengguna jasa lain, maskapai penerbangan, dan pengelola bandara.

Lelucon bom berujung pada kegagalan semua pihak, kata Kusnu dalam keterangannya, Kamis (12/7/2023).

Kusnu juga mengatakan, perilaku tersebut bisa dikenakan sanksi pidana. Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, siapa pun yang mengungkapkan informasi palsu dapat membahayakan keselamatan pesawat udara.

Awalnya, Pelita Air membenarkan bahwa bom tersebut hanya lelucon seorang penumpang Pelita Air.

Sekretaris Perusahaan PT Pelita Air Service Agdya P.P. Yogandari menjelaskan, timnya dan tim keamanan Bandara Juanda telah melakukan penyelidikan dan dari penyelidikan terlihat jelas bahwa ancaman tersebut hanya lelucon.

“Kami telah bertindak sesuai dengan langkah-langkah keamanan yang telah ditetapkan. Tim keamanan bekerja sama dengan petugas bandara telah melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap pesawat, penumpang, bagasi dan bagasi serta memastikan keselamatannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.Keterangan, Rabu (6 ) /12/2023).

Dia menjelaskan, lelucon soal membawa bom itu dilontarkan saat pesawat sedang dalam perjalanan.

Lelucon ancaman bom datang dari seorang penumpang bernama Surya Hadi Wijaya, nomor kursi 14A, penerbangan IP 205, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *