Februari 26, 2024

kabarbinjai.com Edukasi – Baru-baru ini netizen Tanah Air dihebohkan dengan perbincangan soal kehidupan yang lambat. Gaya hidup ini sebenarnya sudah lama dibicarakan, namun kini kembali dibicarakan setelah artis Lulu Tobing angkat bicara mengenai gaya hidup slow living yang ia terapkan dalam hidupnya.

“Aku hidup sangat lambat memang. Aku bukan orang yang kompetitif, aku tidak berjuang, aku sangat lambat. Aku tidak punya ambisi apa pun sepanjang hidupku, jadi aku mengikuti arus saja,” ujarnya. Lulu Tobing dalam video YouTube oleh Melanie Ricardo. Asal Usul Hidup Lambat

Kutipan di Slow Living Selasa 25 Juli 2023 Slow Living diperkenalkan di Italia pada tahun 1980-an. Saat restoran McDonald’s pertama dibuka di jantung kota Roma, Carlo Petrini dan sekelompok aktivis membentuk gerakan Slow Food, sebuah gerakan untuk melestarikan tradisi kuliner daerah.

Tradisi ini membawa kembali tradisi Mediterania dan pola makan tradisional yang sehat dalam menghadapi maraknya makanan tidak sehat di seluruh dunia.

Gerakan ini telah diakui keberhasilannya dan kini mempunyai pendukung di lebih dari 150 negara dan terus melindungi tradisi gastronomi, mendorong upah yang adil bagi produsen, mendorong penikmatan makanan berkualitas dan terlibat dalam kegiatan yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Carl Honore, salah satu penulis dan pembicara paling terkenal tentang gerakan lambat, membantu membawa konsep kehidupan lambat ke dalam arus utama dengan penerbitan bukunya In Praise of Slowness pada tahun 2004.

Honoré mengeksplorasi bagaimana slow food memulai gerakan slow life yang lebih luas, yang kini diterapkan pada bidang kehidupan lain yang mengalami percepatan signifikan, termasuk pekerjaan, pengasuhan anak, dan rekreasi.

Pasca terbitnya buku tersebut, masyarakat kembali menyadari bahwa laju kehidupan kita semakin meningkat, kesadaran akan lambatnya berlalunya kehidupan.

Saat ini, perjalanan yang lambat, mode yang lambat, kebugaran yang lambat, berkebun yang lambat, interior yang lambat, desain yang lambat, pemikiran yang lambat, berita yang lambat, dan pekerjaan yang lambat adalah contoh lain dari gaya hidup yang lambat. Semakin banyak orang yang menyadari bahwa lebih cepat tidak selalu lebih baik.

Menjalani gaya hidup yang lebih lambat memungkinkan kita menjadi lebih santai dan sadar akan ritme alami manusia, dibandingkan dengan ritme yang lebih cepat yang tidak kita sadari akibat kejadian selama bertahun-tahun.

Slow living pada hakikatnya adalah sebuah gerakan yang menimbulkan keputusasaan untuk mengembalikan kehidupan agar lebih sesuai dengan fitrah manusia, seperti yang telah terjadi dalam sejarah masa lalu setiap bangsa dan budaya.

Manusia berdiri berdampingan dengan alam dan hewan, memakan makanan sehat yang kita terima dari bumi, melakukan pekerjaan dan pelayanan yang memungkinkan kita memberikan yang terbaik kepada orang lain tanpa kehilangan nyawa. Pengungsi Rohingya merusak apartemen di Sidorjo akibat listrik padam. Isu pengungsi Rohingya di Indonesia belakangan menjadi pusat perhatian di media sosial. Baru-baru ini mereka merusak sebuah apartemen di Sidorjo karena listrik padam. kabarbinjai.com.co.id 9 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *