Maret 4, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Peningkatan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di Singapura dan Malaysia kini mulai terasa di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Darmawan Budi Setyanto, anggota pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Soal peningkatan COVID-19, benarkah saat ini kasusnya sedang meningkat? Iya, jadi kasusnya mulai dilaporkan ke RSCM, kata Dokter Subspesialis Pernafasan Anak itu dalam jumpa pers di IDAI, Rabu ( 6/6).12/2023).

“Sebenarnya anak saya kemarin juga kena COVID dan penampilannya berbeda dengan yang dulu. Dulu gejala pernafasannya jelas, demam, batuk, pilek. Sekarang lebih dari tidak enak badan, nyeri. sakit,” tambahnya.

Menurut Darmawan, anak bungsunya yang baru-baru ini mengidap COVID mengalami kesulitan tidur karena merasa tidak enak badan.

“Saya tidak bisa tidur dalam posisi apapun, salah miring, salah miring, salah kanan, salah kiri, salah punggung, salah perut, jadi rasa sakit ini sekarang yang paling terlihat.” berbeda, mungkin akan lebih sulit kita kenali,” jelas Darmawan.

Lalu bagaimana menyikapi peningkatan kasus COVID-19?

Sikap kita harus pakai masker lagi, sikap kita di masa pandemi sepertinya diperbarui karena ada yang bilang lebih ringan, tapi ada juga yang bilang lebih ringan. lebih berbahaya karena kami masih mengumpulkan data,” ujarnya.

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Masyarakat (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu juga angkat bicara mengenai peningkatan kasus COVID-19.

Menurutnya, Indonesia sedang mengalami peningkatan kasus COVID-19 dengan rata-rata peningkatan kasus yang dirawat di rumah sakit sebanyak 131 orang.

“Tren kenaikan di ASEAN seperti Singapura dan Thailand paling tinggi. Di negara kita terpantau bulan ini trennya naik. Meningkat dari minggu ke minggu dan rata-rata jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 131 orang. dirawat di rumah sakit per hari dirawat,” kata Maxi dalam konferensi pers online, Rabu (6/12/2023).

Menurut Maxi, rata-rata jumlah kasus masih sangat rendah dan masih di bawah level satu.

“Itu masih sangat rendah, di bawah angka satu rawat inap. Dulu ribuan, sekarang 131 dan rata-rata kasus terkonfirmasi per hari di atas 40, mungkin 35 sampai 40 per hari.”

Angka tersebut didapat dari survei terhadap kurang lebih 1000 hingga 1100 orang per hari.

“Faktanya, hanya 1.000, 1.100 orang yang dites setiap hari. Dengan peningkatan ini, tentu kami meminta setiap orang yang memiliki gejala untuk melakukan tes dan kemudian melaporkan kembali.”

Ia juga mengimbau kesadaran masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri jika gejalanya ringan. Jika parah, Anda bisa pergi ke penyedia layanan kesehatan.

“Jangan lupa pakai masker, cuci tangan pakai sabun, yang penting penguatan, vaksinasi sampai akhir tahun, kita akan terus memberikan kebebasan kepada semua orang,” kata Maxi.

Peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia sebelumnya telah diprediksi oleh ahli epidemiologi Masdalina Pane.

Menurut dia, peningkatan kasus COVID-19 di Singapura dan Malaysia yang didominasi subvarian EG.5 atau Eris dan HK.3 juga menjadi ancaman bagi Indonesia.

Peningkatan kasus di Singapura dan Malaysia pada minggu ini didominasi oleh subvarian EG.5 dan HK.3, dan ini juga menjadi ancaman di Indonesia, kata Masdalina Health kepada Liputan6.com melalui pesan singkat, Senin, 4 Desember. 2023. .

Masdalina juga memperkirakan akan terjadi peningkatan kasus di Indonesia dalam beberapa minggu mendatang.

“Kasus kami mungkin juga meningkat dalam beberapa minggu mendatang,” katanya.

Namun masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir. Alasannya adalah EG.5 dan sublineage HK.3-nya adalah bagian dari Omicron. Subvarian ini mempunyai ciri virulensi atau infektivitas yang rendah.

Namun EG.5 dan HK.3 tidak boleh dianggap remeh oleh kelompok risiko tinggi, lansia (lanjut usia) dan orang dengan penyakit penyerta atau penyakit penyerta.

“Tidak perlu khawatir karena masih bagian dari Omicron, sehingga virulensinya rendah, kecuali pada kelompok risiko tinggi, lansia (lanjut usia) dan penyakit penyerta,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *