Februari 26, 2024

JAKARTA – Memasuki bulan Desember, suasana kota-kota di Eropa berubah seiring dihiasinya pepohonan pinus dan dimulainya titik balik matahari musim dingin. Lampu dan dekorasi menambah kemeriahan setiap sudut kota.

Setiap negara di Eropa mempunyai kebiasaan tersendiri dalam merayakan Natal. Bahkan ada ceruk pasar yang baru dibuka pada bulan Desember. Jadi negara Eropa mana yang mengalami Natal paling berkesan? Berikut ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Negara-negara Eropa yang merayakan Natal paling bahagia 1. Norwegia Norwegia menjadi negara Eropa nomor satu yang perayaan Natalnya paling khidmat. Pagi hari di Norwegia disertai dengan sejuknya musim dingin dan dihiasi dengan pemandangan rangkaian kristal yang luas dan mewah.

Perayaan utama berlangsung pada Hari Raya Natal tanggal 24 Desember atau lebih dikenal dengan acara Yuladten. Pada acara Yuladten, keluarga berkumpul untuk menikmati makan malam dan bertukar hadiah.

Jika di negara lain tokoh Natal yang paling terkenal adalah Sinterklas, lain halnya di Norwegia. Di Norwegia, karakter Natal yang paling terkenal adalah bahasa Yunani. Yunani digambarkan sebagai jenong berjanggut putih.

Sebagian besar rumah di Norwegia baru mulai didekorasi pada tanggal 23 Desember. Pada saat yang sama, penduduk setempat meluangkan waktu khusus untuk menghias pohon Natal dan membuat kue.

2. Jerman Saat merayakan Natal di Jerman, tradisi penting adalah menghitung hari di kalender kedatangan. Bagi orang Jerman, kalender kedatangan sangat penting untuk menghitung hari dari kedatangan hingga Natal.

Bahkan Gengenbach mempunyai kalender kehadiran terbesar di dunia. Semua kota di Jerman dihiasi dengan karangan bunga hadiah, kerucut, beri, bunga kering, dan lilin.

3. Austria Di Austria, hadiah tidak dibawa oleh Santa Claus, melainkan oleh Chris King. Selain itu, ada dua pejabat lain yang sangat penting dalam merayakan Natal di Austria: St. Nicholas dan Krampus.

St Nicholas digambarkan sebagai orang yang ramah dan baik hati yang membawa hadiah dan kasih sayang kepada anak-anak. Di saat yang sama, Krampus digambarkan sebagai monster jahat yang menghina anak-anak.

4. Inggris – Orang-orang yang tiba di Inggris sebelum Natal pergi ke bioskop untuk menonton pertunjukan boneka. Ini merupakan tradisi yang telah dilestarikan sejak lama. Pertunjukan pantomim biasanya terinspirasi dari dongeng, dengan tambahan lagu dan tarian komedi.

Hidangan Natal paling populer adalah kue yang terbuat dari buah-buahan kering dan rempah-rempah untuk musim dingin. Tak lupa ada mie yang terkenal juga. Puding ini biasanya dibuat enam minggu sebelum Natal.

5. Orang Denmark Orang Denmark biasanya mengikuti tradisi berjabat tangan dan menari mengelilingi pohon Natal sambil menyanyikan lagu-lagu Natal. Mungkin bagi sebagian orang menyanyi dan menari adalah hal biasa, namun di Denmark ini adalah saat-saat yang sangat berharga. Tradisi ini menambah kehangatan keluarga Denmark merayakan Natal.

6. Belanda: Perayaan Natal dimulai di Belanda pada tanggal 5 Desember. Malam sebelum ulang tahun Santa adalah saat Santa membagikan hadiah kepada anak-anak.

Mendekorasi pohon Natal bersama keluarga adalah saat yang menyenangkan untuk berkumpul. Kali ini biasanya dirayakan pada tanggal 6 Desember atau setelah Sinterklas hadir.

Di pedesaan Belanda, dekorasi Natal sangat populer dengan hiasan pohon pinus dan lilin berukuran besar. Pintu setiap rumah dihiasi dengan karangan bunga berbentuk bulat. Apalagi orang Belanda biasanya suka kue curian.

7. Perayaan Natal di Irlandia pada umumnya mirip dengan perayaan Natal di Irlandia. Bedanya, di Irlandia, Natal adalah saat lilin diletakkan di jendela. Cahaya lilin menunjukkan bahwa orang Irlandia menyambut Maria dan Yusuf, tokoh-tokoh Alkitab.

Tradisi lainnya adalah masyarakat di Irlandia mengambil segelas gin untuk membuat Natal lebih meriah. . MG/Stevhani Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *