Maret 3, 2024

Jakarta- Dalam rangka memperingati 8 tahun Wuamesu Ikatan Hukum Indonesia dan 65 Tahun Negara Nusa Tenggara Timur (NTT), Wuamesu Indonesia, organisasi diaspora Ende Lio NTT di Jabodetabek, menggelar ritual budaya GAWI SIA.

Ritual yang menjadi ikon budaya Ende Lio NTT ini digelar di Pendopo NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Sabtu, 1 Juli 2023.

Ritual adat GAWI merupakan sebuah produksi yang berupa gerak, emosi dan nyanyian yang dinyanyikan dengan kuat dan terus menerus oleh laki-laki dan perempuan.

Ritual ini dipimpin oleh seorang pembicara bernama Ata Sodha.

“GAWI merupakan tradisi budaya yang mempunyai peranan penting dalam masyarakat Ende Lio dan menjadi pusat kebudayaan Ende Lio pada umumnya,” jelas Ketua Wuamesu Indonesia Yosef Badeoda dalam keterangan yang diterima kabarbinjai.com, Sabtu (1/7/2023).

Kemudian Yosef menjelaskan, GAWI mewakili seluruh aspek kehidupan pengikutnya. Ritual ini memiliki filosofi yang mendalam tentang nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kepemimpinan, keterwakilan dan keadilan sosial.

Yosef juga menjelaskan, nilai-nilai yang ada dalam GAWI dinilai bisa menjadi inspirasi bagi Sukarno dalam melahirkan gagasan Pancasila. Hal ini membuat kota Ende mendapat julukan Pancasila. Sekadar mengingatkan, pada tahun 1934, ketika Soekarno hijrah ke Ende, ia mendapat inspirasi dan menemukan 5 mutiara Pancasila di Kota Ende.

Namun seiring pergerakan dan perkembangan kehidupan para pengikutnya, nilai-nilai GAWI mulai memudar seiring dengan sikap lamangan dan kotor yang muncul pada generasi baru. Yosef mengungkapkan, GAWI merupakan tarian tanpa makna yang ditampilkan dalam setiap aktivitas masyarakat Ende Lio.

Untuk itu masyarakat Ende Lio se-Jabodetabek berupaya menjaga dan melestarikan budaya yang bernilai tinggi bagi generasi penerus, agar GAWI tetap menjadi falsafah hidup masyarakat Ende Lio.

Acara ini dihadiri oleh 1000 orang diaspora Ende Lio dari Jabodetabek yang mengikuti adat GAWI SIA. Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan Negara NTT di Kota Sukabumi yang didampingi oleh perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Selain itu hadir juga perwakilan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan pimpinan Wilayah NTT Jabodetabek.

Selain tradisi budaya GAWI SIA, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional Ende Lio yang dibawakan oleh anggota Wuamesu Indonesia, antara lain tari daerah dan nggo wani, tari todopare, tari anafua dan tari woge.

Tak hanya itu, pihak penyelenggara juga menyuguhkan beragam hidangan khas daerah Ende Lio kepada para tamu.

Wuamesu Indonesia berkomitmen untuk menyelenggarakan acara budaya ini secara rutin setiap tahunnya. Acara ini tidak hanya membanggakan, namun juga merupakan perwujudan tradisi dan budaya Ende Lio. Bikin Kesal, Banyak Warga yang Rela Diinjak Sapi Sebelum Lakukan Ritual Ini, Baru-baru ini sebuah desa di India melakukan ritual aneh menjelang Diwali. Tradisi ini disebut dengan menginjak-injak sapi di suatu desa. kabarbinjai.com.co.id 22 November 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *