Maret 2, 2024

JAKARTA – Media sosial menjadi media bagi pelaku kejahatan siber dalam melakukan aktivitasnya. Sebab, banyak ruang bagi mereka untuk menipu korban dan memanfaatkan orang-orang yang lalai di media sosial.

Dari hasil riset Akuncom terhadap hasil laporan yang dikirimkan korban kejahatan siber ke situs cekreken.id, diketahui bahwa WhatsApp merupakan jejaring sosial terbesar yang paling banyak digunakan oleh pelaku kejahatan siber.

Data yang diolah mulai tanggal 1 Januari 2023 hingga minggu ketiga November 2023 diharapkan dapat memberikan gambaran kejadian kejahatan siber di Indonesia pada tahun 2023.

Menurut Alphonse, pada tahun 2023 pelaku kejahatan siber akan lebih memilih melakukan aktivitasnya di metagroup seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Secara keseluruhan, ketiga platform media sosial tersebut memberikan 71,35 persen pemberitaan.

TikTok yang menyaingi Instagram tampaknya menjadi yang paling aman dalam hal popularitas pengguna, hanya menempati peringkat ke-10 dengan 176 laporan atau 0,15% dari total laporan.

Media sosial yang paling banyak digunakan untuk kejahatan adalah WhatsApp dengan 50.218 laporan atau 42,89%, diikuti oleh Instagram dengan 20.631 laporan atau 17,62%.

Media sosial yang dijadikan alat penipuan yang mampu menyaingi Meta Group bukanlah TikTok yang hanya menempati peringkat 10, melainkan Telegram yang menyaingi WhatsApp di antara aplikasi perpesanan.

Adanya bot Telegram mungkin menjadikan Telegram sebagai aplikasi media sosial ketiga yang paling sering dilaporkan dalam kejahatan siber khususnya SMS Telegram, SMS APK Rekayasa Sosial digunakan penipu untuk meneruskan SMS OTP dari pengguna Android yang menyamar sebagai undangan pernikahan, APK Kurir Online, Tiket pajak surat untuk Bill.

Dari total laporan media sosial yang paling banyak digunakan untuk kejahatan di Indonesia pada tahun 2023, Telegram menduduki peringkat ketiga setelah Instagram dengan 12.817 laporan atau 10,95% laporan.

Di luar grup Meta dan Telegram, alat yang digunakan untuk melakukan tindakan jahat adalah website (3.678; 3,14%), Michat (1.345; 1,15%), Twitter atau X di peringkat 9 (1.100; 0,94%) dan Tiktok di peringkat 10. .

Media sosial yang paling banyak digunakan pelaku kejahatan siber adalah: 1. WhatsApp (50.218) – 42,89 persen

2. Instagram (20.631) – 17,62 persen

3. Telegram (12.817) – 10,95 persen

4. Facebook (12.689) – 10,84 persen

5. Lainnya (8.110) – 6,93 persen

6. Oleh Manajer (6.207) – 5,30 persen

7. Website (3.678) – 3,14 persen

8. Michat (1.345) – 1,15 persen

9. Twitter (1.100) – 0,94 persen

10. TikTok (176) – 0,15 persen

11. WeChat (97) – 0,08 persen

12. KakaoTalk (8) – 0,01 persen

Jumlah: 117.076.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *