Maret 4, 2024

WASHINGTON – Wall Street melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (7/12), waktu setempat, tak lama setelah rilis data nonfarm payrolls (NFP). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengindikasikan pasar tenaga kerja kembali memanas di tengah harapan penurunan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,15% menjadi 36.064,46. Sementara indeks S&P 500 (.spx) turun 0,23% menjadi 4,575.25, Nasdaq Composite (.ixic) kehilangan 0,49% menjadi 14,269.07 pada bel pembukaan.

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja mencatat peningkatan NFP dengan 199.000 pekerjaan. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar dan juga bulan sebelumnya.

Reuters, Jumat (8/12/2023), melaporkan sekitar 25.300 anggota serikat pekerja United Auto Workers (UAW) telah mengakhiri aksi mogoknya. Menurut laporan, 16 ribu anggota serikat pekerja telah kembali bekerja.

Di sisi lain, tingkat pengangguran di AS dia. turun menjadi 3,7%, dibandingkan 3,9% pada bulan sebelumnya. Hal ini menjadi bukti bahwa semakin banyak peluang dan kesempatan kerja yang didapat oleh warga Amerika Serikat.

Sebagai catatan, NFP merupakan data yang berisi laporan jumlah US dia. Pekerja di semua sektor kecuali sektor pertanian, pegawai negeri sipil, pegawai organisasi nirlaba dan pekerja rumah tangga.

Data NFP dapat menjadi petunjuk bagi pasar untuk bersiap mengakomodasi kebijakan suku bunga Federal Reserve pada minggu depan. Sebagian besar pelaku pasar masih yakin The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan hingga akhir tahun 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *