Maret 3, 2024

MANCHESTER CITY – Manchester City dan klub Liga Premier telah menyetujui tanggal sidang pelanggaran keuangan. Sidangnya dilaporkan akan dimulai musim gugur mendatang.

Operator Liga Premier Manchester City telah didakwa dengan 115 tuduhan pelanggaran peraturan keuangan. Berdasarkan pelanggaran tersebut, Manchester Biru menghadapi serangkaian sanksi, termasuk dikeluarkan dari Liga Inggris.

Masalahnya adalah pendapatan; Detail Gaji Pelatih Ini berkaitan dengan pelanggaran aturan pelaporan keuangan seperti profitabilitas dan stabilitas ekonomi. Parahnya, Manchester City diduga menyembunyikan laporan keuangan klubnya.

Berdasarkan hal di atas, serta investigasi yang sedang berlangsung sejak 2018, Manchester City telah menghadapi lebih dari 100 tuduhan. Manchester City didakwa melakukan sejumlah pelanggaran antara September 2009 hingga musim sepak bola 2017-2018.

Jika terbukti bersalah, Manchester City akan dilarang tampil di Liga Italia 2022-23, seperti halnya Juventus. Namun parahnya, julukan Manchester City, The Citizen, terancam terdepak dari Liga Inggris.

Karena penyelidikan dilakukan dengan sangat rahasia, apa yang terjadi di Manchester City tidak terdengar. Namun, baru-baru ini diberitakan Daily Mail (30/11/2023) bahwa Manchester City dan Liga Inggris sudah menyepakati tanggal uji coba.

Konferensi Liga Premier dengan Manchester City dijadwalkan akan dimulai pada akhir musim gugur tahun depan. Musim gugur di Eropa terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober.

Informasi dari saksi mata saat ini sedang dikumpulkan dan diperiksa. Keputusan akhir mengenai pelanggaran Manchester City hanya dapat diambil pada musim panas 2025 jika waktu berlalu.

Namun, Hal ini bisa saja tertunda, apalagi jika Manchester City meminta banding. Manchester Biru punya bukti tak terbantahkan untuk membuktikan mereka tidak bersalah.

Selain itu, Manchester City punya rekam jejak lolos dari sanksi. Berkat pengacara terampil bernama Murray Rossen, Manchester City memenangkan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan tidak dilarang mengikuti Liga Champions karena pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *