Februari 26, 2024

kabarbinjai.com Life – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi meminta masyarakat kembali mewaspadai perlindungan asuransi pasca terdiagnosis pneumonia di DKI Jakarta.

Ada laporan dari Dinas Kesehatan (palsu) dan sekarang Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mendukungnya. Masyarakat diimbau memakai masker dengan benar, kata Imran Jakarta, Selasa, 5 Desember 2023, seperti dilansir tvOne .

Ia mengatakan, hingga saat ini Kementerian Kesehatan masih memastikan jumlah pasien yang dirawat di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan menurut informasi terkini dari dinas kesehatan penanggung jawab, gejala pasien tersebut ringan dan dirawat di luar. Mari kita lanjutkan menelusuri keseluruhan cerita di bawah ini.

Sebelumnya, Imran juga mengatakan bahwa mikoplasma, penyebab utama pneumonia pada anak di Tiongkok, merupakan penyebab penyakit pernapasan paling umum sebelum COVID-19.

“Mycoplasma adalah penyebab paling umum dari pneumonia di Tiongkok. Mycoplasma adalah bakteri, bukan virus, dan merupakan penyebab paling umum dari penyakit pernapasan sebelum periode COVID-19,” kata Imran.

Ia menjelaskan, mikoplasma merupakan penyebab paling umum dari influenza dan penyakit paru-paru, dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia mikoplasma telah meningkat sebesar 8,6 persen di Tiongkok sejak Mei 2023.

“WHO yang dimuat di jurnal Promed pada 22 November 2023, mengidentifikasi gejala pneumonia yang tidak terdiagnosis, terutama pada anak-anak. Selain paparan lain seperti SARS -COV dan influenza, tiga perempat pasien terdiagnosis infeksi mikoplasma,” ujarnya. . dikatakan.

Imran mengatakan Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan delapan rekomendasi WHO kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran Mycoplasma Pneumonia.

Yang pertama adalah saran untuk mendapatkan vaksinasi terhadap flu, COVID-19 dan penyakit pernapasan lainnya, jika diperlukan.

Yang kedua adalah menjauhi orang sakit. Ketiga, tetap di rumah dan hindari bepergian saat sakit atau terisolasi. Keempat, lakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan sesuai kebutuhan, dan kelima, gunakan masker dengan benar.

Keenam, memastikan kualitas udara yang baik, dan ketujuh, menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir, katanya.

Terakhir, ia menekankan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat jika mengalami tanda atau gejala pilek, seperti batuk atau sesak napas yang disertai demam. Hati-hati Pneumonia pada Anak, Ketahui Gejalanya Sebelum Terlambat, Apakah Anak Anda Terkena Pneumonia? Bagaimana cara mengenali gejalanya agar tidak terlambat dalam pengobatannya? Mari kita lihat apa yang harus diwaspadai! kabarbinjai.com.co.id 8 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *