Maret 4, 2024

NEW YORK — Astronot yang tumbuh di luar angkasa tumbuh lebih cepat, lebih kurus, dan lebih mudah patah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor selain kekurangan oksigen dan gravitasi.

Seperti diberitakan Wion News, Selasa (28/11/2023), di luar angkasa, gravitasi hanya sepersepuluh dari gravitasi Bumi.

Ini didistribusikan secara berbeda dalam cairan tubuh termasuk darah dan cairan kuku. Hasilnya, kuku tumbuh lebih cepat dan tipis.

Radiasi kosmik adalah radiasi yang berasal dari luar tata surya. Radiasi ini merusak DNA dan menyebabkan sel-sel kuku mati. Akibatnya kuku menjadi sangat rapuh dan mudah patah.

Di luar angkasa, oksigen lebih sedikit dibandingkan di Bumi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kuku menjadi lambat.

Kuku astronot tumbuh di luar angkasa. Kuku tipis dan mudah patah

Kuku astronot yang tumbuh di luar angkasa bisa menjadi masalah keselamatan. Jika kuku patah, dapat menimbulkan luka infeksi.

Selain itu, kuku yang panjang dan tipis dapat menjadi kendala bagi astronot dalam menjalankan tugasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para astronot rutin memotong kukunya selama berada di luar angkasa. Mereka juga menggunakan krim khusus untuk menjaga kesehatan kuku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *