Maret 2, 2024

NEW YORK – Perkembangan kendaraan listrik tidak hanya terbatas pada mobil penumpang atau kargo. Faktanya, jutaan tentara di militer Amerika Serikat (AS) tertarik beralih ke kendaraan listrik.

Namun kenyataannya sejauh ini belum ada satu pun negara di dunia yang menggunakan kendaraan tempur listrik.

Misalnya, Angkatan Darat AS memiliki 120.000 Humvee, 25.000 kendaraan pembersih ranjau, 6.300 tank, 5.200 pesawat terbang, dan ribuan helikopter. Ini hanyalah perkiraan kasar dan semuanya memerlukan bahan bakar agar dapat berfungsi secara efektif.

Alasan sebenarnya adalah powertrain EV belum cocok digunakan di sektor militer. Kondisi medan pertempuran sangat menantang dengan perbukitan, lumpur dan sungai yang sangat menantang bagi kendaraan ICE dan kendaraan EV. Apakah Anda lebih suka berada di dalam tank EV yang kehabisan daya di medan perang?

Jangkauan dan stamina terbatas. Kendaraan tempur memerlukan jangkauan dan daya tahan tinggi untuk beroperasi dalam jangka waktu lama dan jarak jauh.

Jangkauan dan keberlanjutan tenaga listrik jauh lebih terbatas dibandingkan bahan bakar fosil.

Waktu pengisian lebih lama. Kendaraan tempur memerlukan periode pengisian daya yang lebih lama, sehingga dapat mengganggu operasionalnya.

Berat kendaraan yang berat. Baterai listrik lebih berat daripada bahan bakar fosil.

Menurut laporan Autopro, hal ini menurunkan performa kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Biaya lebih mahal. Kendaraan listrik lebih mahal dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

Potensi untuk meningkatkan performa kendaraan. Kendaraan tempur bertenaga listrik dirancang memiliki performa lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *