Maret 3, 2024

Bandung, 8 November 2023 – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut serta mendorong transisi kendaraan listrik di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rachmat Kaimuddin, Deputi Direktur Infrastruktur dan Koordinasi Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kelautan dan Perikanan, membuka diskusi panel dan silaturahmi dengan topik “Dekarbonisasi sektor transportasi melalui adopsi kendaraan bermotor listrik baterai”. Lebih baik di Bandung di wilayah Jawa Barat Indonesia.

“Transisi ini masih jauh, tapi bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa. Kita harus mulai merencanakan, menyiapkan roadmap. Masa depan kita dipertaruhkan. Makanya pemerintah memberikan insentif yang kuat.” tidak bisa sendiri, perlu dukungan pemerintah daerah, industri, dan pengguna,” ujarnya, dikutip dari webcast kabarbinjai.com Otomotif.

Menurutnya, pengembangan industri KBLBB merupakan bagian dari upaya transisi energi, yakni melalui transformasi industri dan perlindungan lingkungan. Rachmat mengatakan, pasar otomotif Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN.

“Industri ini merupakan sektor yang penting bagi Indonesia. Dampak ekonominya juga sangat luas karena kita tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen. Namun kita juga harus melihat tren global yang mulai beralih ke kendaraan listrik,” dia berkata.

Dalam kesempatan tersebut, Bentang Arief Budiman selaku Ketua Kemitraan Pusat Teknologi Transportasi Berkelanjutan Nasional mengatakan percepatan kendaraan listrik memerlukan kerja sama beberapa pemangku kepentingan.

“Peneliti dan industri harus bersinergi, mulai dari pengembangan teknologi, kemudian pengembangan ilmu pengetahuan dan juga kewirausahaan. Kerja sama antar sektor adalah untuk bersama-sama mentransformasikan apa yang telah dikembangkan secara ilmiah sehingga menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Rachmat menjelaskan, sejak ratifikasi Perjanjian Paris pada 2016, perkembangan kendaraan listrik global setiap tahunnya mengalami peningkatan, misalnya pada tahun 2022 akan meningkat menjadi 14 persen. Menurut dia, pesaing terbesar Indonesia di kawasan adalah Thailand yang pasar kendaraan listriknya mencapai 8 persen pada tahun 2023.

“Indonesia harus melakukan antisipasi, jangan sampai menjadi industri besar di Thailand, tapi tidak di Indonesia, dan kalau pasarnya fokus ke kendaraan listrik, jangan sampai semua kendaraan listrik dibuat di Thailand,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah telah memberikan insentif untuk mendorong berkembangnya industri kendaraan listrik, salah satunya melalui program bantuan insentif sebesar Rp7 juta per orang untuk setiap unit kendaraan bermotor. Sementara itu, menurut dia, pengenalan mobil listrik dan bus akan menurunkan PPN dari 11 persen menjadi satu persen.

“Target pemerintah di tahun 2030 adalah dua juta mobil dan 13 juta sepeda motor listrik, jadi target kita adalah 10 persen penduduk. Dengan 10 persen itu, kita berharap bisa mulai masuk mainstream. Saat ini ada 15 merek sepeda motor listrik. diproduksi di Indonesia dengan TKDN 40 persen,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Rachmat menjelaskan bahwa hanya dengan mengembangkan industri kendaraan listrik dalam negeri, Indonesia dapat mewujudkan eksternalitas positif dan menghindari risiko penurunan PDB dan lapangan kerja akibat transisi industri otomotif.

“Kami berharap mulai tahun depan akan bermunculan investor-investor baru yang mulai membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia, dengan target mulai berproduksi pada tahun 2026. Untuk menariknya, kita harus bisa membuktikan bahwa pasar Indonesia menarik,” katanya.Rachmat. Bahaya Nyata Pasal-pasal dalam UU Kesehatan RPP telah berdampak pada jutaan pekerja IHT dan industri kreatif. UU Kesehatan RPP selanjutnya mencakup sejumlah pengendalian terhadap produksi, penjualan, dan sponsorship produk tembakau. kabarbinjai.com.co.id 9 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *