Maret 4, 2024

JAKARTA – Inilah gaji bulanan lulusan SMA dan SMK di Indonesia. Tidak semua orang cukup beruntung untuk melanjutkan studi ke pendidikan tinggi. Akibatnya, banyak lulusan sekolah menengah dan kejuruan di Indonesia yang berhenti melanjutkan studi dan terpaksa memasuki dunia kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (OTR) tertinggi di Tanah Air berasal dari pendidikan menengah yakni pendidikan menengah dan pendidikan kejuruan yaitu sebesar 8,41% dari total TTT pada Februari 2023.

Artinya, banyak lulusan SMA dan SMK di Indonesia yang menganggur dan kesulitan mencari pekerjaan. Lebih lanjut, menarik untuk mengkaji data pendapatan atau gaji lulusan SMA dan SMK di Indonesia. Berapa sebenarnya penghasilan mereka ketika memasuki dunia kerja? Artikel kali ini akan membahasnya, check it out!

Gaji lulusan SMA dan SMK menurut BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata gaji pekerja dengan rata-rata tingkat pendidikan menengah di Indonesia sebesar Rp 2.870.914 per bulan pada tahun 2023.

Sementara itu, siswa sekolah kejuruan dan teknik memperoleh gaji rata-rata 2 juta 963 ribu 630 dollar AS per bulan. BPS menyebutkan gaji bulanan adalah imbalan atau pembayaran yang diterima pegawai setiap bulannya dalam bentuk uang atau barang.

Bagian gaji meliputi gaji dan tunjangan, tidak termasuk upah lembur, tantiem, tunjangan transportasi, dan tunjangan makan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik tahun 2023, jika dilihat dari jenis pekerjaannya, gaji tertinggi bagi lulusan SMA adalah yang bekerja di sektor pertambangan dan penggalian, yaitu sebesar Rp 4.996.200 per bulan.

Sedangkan gaji terendah bagi lulusan SMA adalah pada pekerjaan jasa pendidikan, yaitu Rp1.346.446 per bulan. Lulusan SMK yang bekerja di bidang pertambangan dan pertambangan rata-rata dapat memperoleh penghasilan sebesar Rp5.060.849 per bulan.

Gaji terendah bagi lulusan sekolah kejuruan dan teknik juga tercatat menurut jenis pekerjaan di bidang jasa pendidikan. Yaitu Rp 1.623.608 per bulan. Gaji lulusan SMA dan SMK berbeda dengan uraian di atas dan juga bergantung pada keahlian, perusahaan yang dipilih, dan upah minimum masing-masing daerah.

Misalnya gaji lulusan SMA dan lulusan SMK yang menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta dan UKM, sistem gajinya berbeda.

Gaji lulusan sekolah menengah dan kejuruan KPNS

Gaji pokok seluruh PNS sama besarnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Tajikistan (KJT) Nomor 15 Tahun 2019. Lulusan lembaga pendidikan menengah kejuruan dan menengah dimasukkan dalam golongan II beserta gaji lulusan diploma. Berikut detailnya:

II A : Rp. 2.022.200 rubel. 3.373.600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *