Maret 3, 2024

JAKARTA – Banyak orang yang mendengar tentang hewan aseksual. Tapi apa artinya ini? Bisakah hewan ini berkembang biak tanpa pasangan?

Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang hanya memerlukan satu organisme induk untuk menghasilkan keturunan. Biasanya, hewan yang bereproduksi secara aseksual menghasilkan keturunan yang identik secara genetik.

Reproduksi hewan secara aseksual mempunyai beberapa konsekuensi. Salah satu hal positifnya adalah hewan yang bereproduksi secara aseksual tidak akan kesulitan mencari pasangan dan jumlahnya akan bertambah.

Namun sisi negatifnya adalah hewan yang bereproduksi secara aseksual akan kesulitan beradaptasi dengan perbedaan habitat. Mereka seringkali beradaptasi dengan habitat tertentu, membuat populasinya rentan terhadap penyakit atau predator.

Hewan yang berkembang biak secara aseksual antara lain : 1. Hiu

Hiu merupakan hewan yang berkembang biak secara aseksual, yaitu partenogenesis. Partenogenesis adalah suatu bentuk reproduksi aseksual di mana embrio berkembang dari sel telur yang tidak dibuahi. Bukti bahwa hiu mengalami partenogenesis muncul pada tahun 2001, ketika hiu martil yang ditangkap di alam liar tidak bersama hiu jantan selama tiga tahun. Hiu tersebut melahirkan seekor betina yang secara fisik normal.

2.Komodo

Faktanya, komodo jantan bereproduksi secara seksual dengan komodo betina dan akan tetap bersama untuk memastikan komodo betina tidak kawin dengan komodo jantan lainnya.

Namun pada tahun 2006 di Inggris, seekor komodo betina yang belum pernah melakukan kontak dekat dengan komodo jantan menghasilkan 11 butir telur. Hal ini dapat meningkatkan populasi Komodo, karena komodo saat ini terdaftar sebagai spesies yang terancam punah.

3. bintang laut

Bintang laut mempunyai kemampuan bereproduksi secara seksual dan aseksual. Beberapa bintang laut bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan, yang berarti hewan tersebut membelah menjadi dua untuk membentuk dua organisme lengkap.

Dalam beberapa kasus, bintang laut akan secara sukarela mematahkan salah satu lengannya, kemudian meregenerasi bagian yang hilang tersebut dan menumbuhkan bagian yang patah tersebut menjadi bintang laut yang lain. Dari sekitar 1.800 spesies bintang laut yang masih hidup, hanya 24 yang diketahui bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan.

4. Kadal

Spesies kadal tertentu, seperti salamander, memiliki keunikan karena dapat bereproduksi secara aseksual. Kadal dalam genus Aspidoceles dapat bereproduksi secara partenogenetik, di mana telur yang telah dibuahi berkembang menjadi keturunan.

5. Cacing

Ada banyak spesies cacing yang bereproduksi secara aseksual. Cacing seperti nematoda dan planaria dapat meregenerasi tubuhnya dan berkembang biak dengan cara memisahkan tubuhnya atau membagi dirinya menjadi dua bagian, masing-masing bagian dapat tumbuh menjadi individu baru.

6. Semut Semut mempunyai kemampuan reproduksi seksual dan aseksual. Beberapa spesies semut, seperti semut tukang kayu hitam, mempunyai telur. Sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi betina dan sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi jantan. Spesies lain, seperti semut pandai besi, juga dianggap sebagai semut yang bereproduksi secara aseksual. Beberapa penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa semut ini sepenuhnya aseksual, karena hanya ada betina di dalam semut.

MG/Vina Kalametta Suhandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *