Maret 2, 2024

kabarbinjai.com Tekno – Indonesia Timur menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi teknologi digital. Selama pandemi Covid-19, masyarakat perlu memanfaatkan internet dan platform digital untuk mendukung pendidikan dan kehidupan mereka, termasuk akses terhadap kursus, materi, komunikasi, dan kesempatan kerja. Namun, meningkatnya penggunaan solusi digital untuk mendukung kehidupan sehari-hari telah menyebabkan peningkatan kejahatan dunia maya, termasuk penipuan dan kekerasan berbasis gender. Keterampilan literasi digital dan kebersihan dunia maya penting bagi mereka yang ingin menggunakan teknologi digital dengan aman dan produktif. Mereka yang memiliki keterampilan digital dianggap lebih inovatif dan kreatif, sehingga meningkatkan peluang mereka untuk bersaing di dunia kerja dan pasar bisnis. Pengetahuan tentang manajemen keuangan, yang biasa disebut dengan literasi keuangan, membantu individu merencanakan dan mengelola keuangan mereka dengan memungkinkan mereka memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi perbankan dan platform investasi. Pemerintah Inggris, melalui kedutaan besarnya di Jakarta, telah mengalokasikan dana sebesar Rp3,7 miliar (hampir £200.000) untuk mendukung proyek kewirausahaan digital dan kreatif bagi komunitas marginal melalui Program Akses Digital (DAP). Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan BerdayaBareng. melatih 792 peserta dan 23 fasilitator lokal di tujuh kota di kawasan timur Indonesia, dengan latar belakang pendidikan dan keahlian yang berbeda-beda.Proyek ini juga secara khusus menyasar perempuan, pemuda, dan penyandang berbagai disabilitas, baik sensorik, fisik, intelektual, dan spiritual. Ketujuh kota tersebut adalah Makassar, Gowa, Maros, Kendari, Manado, Samarinda dan Balikpapan. Peserta mengikuti tiga pelatihan. Pertama, dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan menggunakan Learning Management System (LMS) melalui website ekvilottiberdaya.com. Kedua, pelatihan luring yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 15 September 2023 yang meliputi pelatihan literasi digital, keterampilan digital, dan literasi keuangan. Yang ketiga dan terakhir adalah bootcamp online yang dimulai pada bulan Oktober. Bootcamp non-tatap muka ini mencakup pelatihan keterampilan digital dalam pembuatan konten, pemasaran digital, dan pengembangan web. Peserta juga akan mendapatkan teori dan praktik keterampilan digital terkini. Mulai dari branding, konten dan desain hingga pemahaman yang lebih baik tentang budaya digital dan pentingnya keamanan siber yang baik. Menurut Nicky Clara, pendiri BerdayaBaren, kerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta merupakan yang kedua melalui Program Akses Digital.” Tahun ini, “Kami meningkatkan jangkauan ke lebih banyak penerima manfaat di tujuh kota di Indonesia bagian timur. Kami berharap proyek ini dapat meningkatkan tingkat literasi digital dan keuangan sehingga masyarakat yang tinggal dan bekerja di sana menjadi lebih inklusif,” jelasnya. pentingnya nasionalisme. Yenny Wahid mengatakan salah satunya, debat capres dan cawapres digelar di Indonesia.kabarbinjai.com.co.id 7 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *