Februari 26, 2024

JAKARTA – Pinjaman perbankan meningkat 8,99 persen menjadi Rp 6.902,98 triliun pada Oktober 2023. Namun dinamika kredit tersebut terutama ditopang oleh kredit investasi yang meningkat sebesar 10,22% secara tahunan. Namun dari sisi kepemilikan bank, bank BUMN akan memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan kredit pada Oktober 2023 yakni 11,76%.

“Di tengah gejolak pasar keuangan global, terdapat optimisme bagi sektor perbankan Indonesia,” kata Direktur Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae dalam konferensi pers online, Senin (12 April). ). /2023).

Sementara itu, pada Oktober 2023, nilai sumber eksternal (DPK) meningkat sebesar 3,43% year-on-year menjadi Rp 8.198,80 triliun pada Oktober 2023, dengan porsi mayoritas pada Oktober 2023. pertumbuhan yaitu 5,66% per tahun.

Lanjut Dian, likuiditas perbankan pada Oktober 2023 berada pada level memadai dan rasio likuiditas jauh di atas level yang dipersyaratkan untuk pengawasan. Rasio Alat Likuid/Non Core Deposit (AL/NCD) dan Rasio Alat Likuid/DPK (AL/DPK) meningkat masing-masing menjadi 117,29% dan 26,36%, melewati ambang batas masing-masing 50% dan 10%.

Sementara itu, kualitas kredit tetap tidak berubah dengan rasio NPL netto bank sebesar 0,77% dan total NPL sebesar 2,42%, kata Dian.

Seiring tumbuhnya perekonomian nasional, jumlah pinjaman restrukturisasi terkait Covid-19 menurun dari Rp301,16 triliun menjadi Rp15,83 triliun, dan jumlah nasabah berkurang 1,22 juta nasabah atau 100 ribu nasabah.

Jumlah kredit bermasalah mengalami penurunan menjadi 11,81 persen karena penurunan jumlah kredit restrukturisasi. Berdasarkan segmen, sektor, industri, dan wilayah tertentu yang memerlukan restrukturisasi kredit, atau memerlukan tambahan pembiayaan untuk jangka waktu satu tahun sampai dengan 31 Maret 2024, besaran pinjaman restrukturisasi Covid-19 adalah 43,39% dari total pinjaman Covid. -19 19 tahap restrukturisasi pinjaman sebesar 130,7 triliun dolar AS.

Dari sisi risiko pasar, kenaikan imbal hasil (yield) membebani pembukuan bank pada bulan Oktober, dengan posisi devisa neto (PDN) bank tercatat sebesar 1,92%, masih jauh di bawah ambang batas 20%. Selain itu, tingkat profitabilitas (ROA) dan permodalan (CAR) juga relatif tinggi, yakni masing-masing sebesar 2,73% dan 27,48%.

“Untuk turut serta mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, OJK aktif mendukung pertumbuhan pinjaman perbankan dan meningkatkan akses pembiayaan,” kata Dian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *