Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menindaklanjuti penemuan enam kasus pneumonia mikroplasma di Jakarta. Kementerian Kesehatan menggunakan kajian epidemiologi untuk mengetahui rantai penularan kasus di masyarakat.

“Dua hari lalu kami mendapat laporan dari Dinas Kesehatan DKI Kemenkes. Setelah dikonfirmasi, kini ada enam kasus pneumonia Mycoplasma yang sudah ditangani, karena sebelumnya sudah ada,” kata Dirjen Penyakit. . Kementerian Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan RI (Dirjen P2P), Maxi Rein. Rondonuwu dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Ia menyebutkan, enam kasus pneumonia Mycoplasma di Jakarta dialami pasien berusia 3 tahun dan termuda dialami pasien berusia 13 tahun. Kejadian ini dilaporkan oleh lima pasien RS Medistra Jakarta dan satu pasien Klinik Wanita dan Anak Jakarta (JWCC).

Gejala yang dilaporkan umumnya mirip dengan pneumonia, seperti pilek, sesak napas, dan biasanya diawali dengan demam, batuk, sakit kepala, dan sesak napas. “Yang terjadi di RS Medistra, ada yang masuk RS, dua orang dirawat pada 12 dan 25 Oktober, kemudian satu lagi rawat jalan pada November,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium RS Medistra, kata Maxi, positif bakteri Mycoplasma pneumonia dan Kementerian Kesehatan sudah melintasi sampel pasien tersebut ke jaringan laboratorium pemerintah, dengan hasil yang sama.

Berdasarkan laporan harian rumah sakit setempat, kata Maxi, seluruh pasien telah dinyatakan sembuh. Namun untuk memantau kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kejadian yang melibatkan kontak erat dengan pasien.

“Dari enam kasus ini, kedepannya kami akan melakukan deteksi melalui kajian epidemiologi. Tim kami terus mengumpulkan informasi di mana dia bersekolah, di mana dia khawatir akan menular di sekolah dan di mana dia tinggal, karena menular melalui droplet yang sangat menular. “, dia berkata

Meski gejalanya umumnya ringan, Maxi mengimbau masyarakat mewaspadai pneumonia mikoplasma yang saat ini sedang tren peningkatan kasus di Tiongkok. Caranya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan membiasakan mencuci tangan pakai sabun untuk membunuh bakteri.

“Jika Anda sedang pilek, batuk, atau pilek, sebaiknya kenakan masker jika pemerintah menyarankan agar Anda tidak menulari orang lain,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *