Maret 4, 2024

Jakarta – Usai liburan sekolah, siswa kembali melakukan aktivitas belajar. Sebelumnya, para siswa baru akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Apa itu MPLS?

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS merupakan kegiatan pertama kali memasuki sekolah untuk memperkenalkan dan membimbing siswa. Dahulu acara ini lebih dikenal dengan sebutan MOS atau Masa Orientasi Mahasiswa. Perbedaan MOS

Ketentuan kegiatan MPLS diatur dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2016. Salah satu pertimbangan MPLS berdasarkan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah pelaksanaan MOS akan menimbulkan perpeloncoan pada peserta didik baru. .

Pertimbangan tersebut membuat kegiatan MOS dihilangkan dari pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dan digantikan dengan MPLS. Berikut perbedaan MPLS dan MOS.1. Penyelenggaranya dibuat oleh guru

Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur bahwa penyelenggara MPLS adalah guru. Tujuannya agar proses pengenalan lingkungan sekolah tidak menjadi ajang perundungan terhadap siswa baru.

Berbeda dengan kegiatan MOS yang diselenggarakan atau pengurusnya terdiri dari mahasiswa senior atau pasca sarjana. Setiap sekolah harus menunjuk minimal 2 orang guru untuk mendampingi kegiatan MPLS.

Kehadiran guru sebagai penyelenggara MPLS diharapkan dapat mendobrak budaya “senioritas”, dimana agresi atau perundungan cenderung terjadi antara senior dan junior. 2. Seragam dan atribut resmi sekolah

Ketika mahasiswa baru masuk MOS seringkali terpaksa menggunakan karakteristik yang berbeda. Atribut ini seringkali tidak hanya sulit ditemukan, namun terkesan merendahkan siswa bila digunakan.

Misalnya dengan menggunakan tas yang terbuat dari karung tepung terigu, bagi wanita rambutnya diikat kuncir menggunakan 5 pita warna-warni dan seterusnya.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang atribut MPLS dijelaskan bahwa siswa baru mengenakan seragam dan atribut resmi sekolah. 3. Kegiatan yang diadakan di sekolah

Kegiatan MPLS berlangsung keliling sekolah pada waktu yang telah ditentukan yaitu 3 hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. Kegiatan ini berlangsung pada hari dan jam sekolah. Berbeda dengan kegiatan MOS yang sering kali jam kerja MOS diperpanjang hingga sore hari. 4. Kegiatan pendidikan

Kegiatan MOS seringkali diwarnai dengan kegiatan yang mempunyai unsur pelecehan, kekerasan atau intimidasi. Ada banyak hukuman atau aktivitas fisik yang mengarah pada agresi dan tidak mendidik.

Dengan adanya kegiatan MPLS diharapkan cara pandang tersebut berubah arah pada kegiatan yang bersifat edukatif dan dibimbing langsung oleh guru sekolah setempat. 5. Biaya MPLS

Panitia MPLS dilarang mengenakan biaya wajib. Di sisi lain, MOS sering terjadi ketika senior atau lulusan memaksa mahasiswa baru untuk memberikan sesuatu yang tidak dianggap sebagai anggaran yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa baru.

Tujuan diadakannya kegiatan MPLS ini antara lain:

– Untuk mengidentifikasi potensi peserta didik baru. – Membantu siswa menyesuaikan diri dengan sekolah dan lingkungannya. – Mengembangkan motivasi, motivasi dan cara belajar yang efektif sebagai siswa baru. – Menumbuhkan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah lainnya. – Mendorong perilaku positif. Apa UU menyekolahkan anak ke sekolah Kristen? Begini kata Ustadz: Sekolah Kristen konon mengajarkan ilmu toleransi lebih baik dibandingkan sekolah lain. Lalu apa hukumnya jika seorang muslim bersekolah di sekolah Kristen? kabarbinjai.com.co.id 8 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *