Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Kamis (12/07/2023) sore seiring melemahnya bursa saham Asia dan global. IHSG ditutup sebesar 47,22 poin atau 0,67 persen. menjadi 7134,62 poin. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 menguat 8,64 poin atau 0,92 persen. menjadi 945,44 poin.

“IHSG dan bursa regional Asia berada di zona merah, pelaku pasar cenderung berhati-hati seiring Moody’s mengeluarkan peringatan kepada bank-bank milik negara dan China pada Rabu (6/12), sehari setelah mereka memangkas perkiraannya.” peringkat kredit pemerintah negara itu,” kata kelompok riset Pilarms Investindo Sekuritas dalam studinya di Jakarta, Kamis (12/07/2023).

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa (kadev) Indonesia pada November 2023 tercatat sebesar 138,1 miliar dolar AS atau meningkat dibandingkan tahun 2023. Posisi akhir Oktober yang dievaluasi. 133,1 miliar dolar AS.

Peningkatan posisi Kadev antara lain dipengaruhi oleh penarikan obligasi global yang diterbitkan negara dan pinjaman luar negeri negara, kata Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.

Di sisi utang luar negeri, Moody’s Investor Services menurunkan peringkat utang pemerintah Tiongkok dari stabil menjadi negatif, yang tentunya akan ditanggapi oleh pasar karena Tiongkok adalah salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Penurunan peringkat tersebut akan berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam berinvestasi di Tiongkok.

Jadi ini adalah tanda terbaru dari meningkatnya kekhawatiran di pasar keuangan global mengenai dampak meningkatnya utang publik Tiongkok, serta memburuknya krisis real estate di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Setelah dibuka menguat, IHSG mempertahankan posisinya hingga akhir sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan indeks sektor IDX-IC, dua sektor yakni sektor bahan baku tumbuh 4,06 persen dan sektor infrastruktur tumbuh 3,08 persen.

Sementara sembilan sektor melemah, yakni sektor kesehatan yang melemah paling besar – minus 1,58 persen, disusul sektor real estate dan energi yang masing-masing turun 1,23 dan 1,58 persen.

Saham TPIA, BRPT, GZCO, PURI dan IOTF menguat paling banyak. Sedangkan saham STRK, MUTU, WINS, UDNG dan SRTG mengalami pelemahan paling besar.

Frekuensi perdagangan di pasar modal tercatat sebanyak 1.410.619 kali perdagangan dan jumlah saham sebanyak 26,31 miliar. Saham senilai Rp 13,33 miliar. Sebanyak 177 saham menguat, 377 saham melemah, dan 206 saham stagnan.

Pasar saham regional Asia sore ini termasuk indeks Nikkei yang turun 587,59 poin atau 1,76 persen. Pada level 32.858,30, Indeks Hang Seng melemah 117,37 poin atau 0,71 persen. Pada level 16.345,89, indeks Shanghai melemah 2,72 poin atau 0,09 persen. Hingga 2.966,21. poin atau 0,44 persen menjadi 3073,64.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *