Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Segara Research Institute Peter Abdullah memperkirakan inflasi pada Desember 2023 akan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

“Volatilitas meningkat di bulan Desember karena ada acara Natal dan Tahun Baru, sehingga inflasi akhir tahun kita cenderung meningkat, terutama pada bahan makanan,” kata Peter dari Bank Jago Kantor Pusat Jakarta, Selasa (12/5/2023).

Pemerintah diminta mewaspadai inflasi pangan, apalagi Indonesia baru-baru ini dilanda badai El Nino yang dapat mengurangi pasokan pangan. Lebih lanjut, pemerintah diminta mewaspadai inflasi yang didorong oleh permintaan menjelang pemilu 2024.

Bantuan sosial yang diberikan pemerintah (ban) dinilai tidak mampu menurunkan inflasi secara signifikan, namun mampu mengurangi dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat berpendapatan rendah.

“Kesejahteraan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama kelas bawah, ketika inflasi melanda atau melemahkan daya beli mereka,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan bantuan sosial tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

“Tantangan bansos adalah menyelesaikan pendistribusiannya agar rata pada tiket. “Ini proyek besar dalam negeri yang belum selesai oleh pemerintah,” kata Peter.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik Norwegia mencatat inflasi sebesar 2,86 persen per tahun pada November 2023, naik dari 2,56 persen per tahun pada bulan sebelumnya. Inflasi masih berada pada kisaran perkiraan pemerintah sebesar 3 plus minus 1 persen pada tahun 2023.

Bank Indonesia menyatakan inflasi dapat dikendalikan melalui kebijakan moneter yang stabil dan sinergi yang erat antara BI dan pemerintah pusat dan daerah melalui tim pemantau inflasi pusat dan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *