Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Alfiah Nabilah Masturah, guru besar psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengatakan generasi muda di jejaring sosial (medsos) dinilai mampu mengatasi gangguan jiwa. Media sosial menjadi salah satu penyebab atau penyebab terjadinya gangguan kesehatan mental.

Menurut Alfiah, kesehatan mental memegang peranan penting bagi seseorang. Saat ini, banyak orang yang menilai generasi Milenial dan Z adalah generasi yang mudah dipatahkan. “Dan rentan terhadap penyakit jiwa,” ujarnya.

Kehidupan di zaman modern ini, kata dia, penuh tantangan. Namun masyarakat tidak bisa serta merta menilai generasi milenial dan Gen Z sebagai generasi lemah.

Menurutnya, setiap generasi mempunyai kesulitan hidup masing-masing. Bagi kaum milenial dan Gen Z, hidup dengan kondisi teknologi yang pesat merupakan sebuah tantangan. Seringkali mereka menghadapi kehidupan yang terkesan nyata, padahal hanya dunia maya.

Semua orang mengunggah prestasi dan kesuksesannya di media sosial. Tanpa disadari, mereka kerap membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain. Bahkan seringkali membuat mereka merasa tidak aman.

Lebih lanjut, Alifah menjelaskan, dari segi psikologis, keadaan ini akan sangat berbahaya. Bukan tidak mungkin hal itu juga berdampak pada kesehatan mental. Kesehatan jiwa erat kaitannya dengan kesejahteraan atau wellbeing, yang turunannya adalah penerimaan, rasa syukur, dan kejujuran.

Alifah berpendapat, hal terpenting dalam kesehatan mental adalah menerima diri sendiri. Pahami bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tidak dapat dikendalikan.

Perlu Anda sadari juga bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk menetapkan batasan dalam hal apa pun. Untuk menjaga kesehatan mental, seseorang berhak menarik diri dan bersikap acuh tak acuh terhadap hal-hal yang mengganggu tujuan hidup.

Kesehatan mental adalah kuncinya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *