Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Generasi Z atau Generasi Z saat ini menjadi kelompok terbesar di Indonesia. Berdasarkan hasil sensus tahun 2020, jumlah Generasi Z bisa mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94%.

Artinya, penduduk Indonesia didominasi oleh penduduk usia produktif yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Di antara banyaknya aktivitas, mereka termasuk kelompok yang rentan mengalami masalah kulit seperti gatal-gatal.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Pramudia dr Amelia Soebyanto mengatakan, iritasi kulit merupakan kondisi kulit yang mengganggu sehingga penderita merasa iritasi dan timbul keinginan untuk menggaruk.

Hal ini dapat berdampak buruk pada psikologi dan kehidupan seseorang. Gatal bisa dibilang merupakan kondisi kulit yang paling umum ditemui dalam praktik dokter kulit dan spesialis genital. Selain itu, polusi iklim dan lingkungan saat ini sangat parah.

“Polusi dapat secara langsung merusak pelindung kulit, sehingga berdampak pada kambuhnya banyak penyakit kulit yang ada, seperti eksim atopik. Ini adalah penyakit kulit dengan pelindung kulit yang tidak teratur, yang dipicu oleh tingginya sensitivitas respon imun terhadap iritan. ,” kata Amelia, Rabu (22 November 2023).

Faktor yang memperburuk gejala eksim atopik adalah perubahan suhu, kelembapan, dan cahaya. Selain eksim spesifik yang juga ditandai dengan rasa gatal, beberapa kondisi kulit yang dapat disebabkan oleh cuaca dan polusi antara lain jerawat, psoriasis, dan perubahan warna kulit seperti noda pada wajah dan tangan.

Yang lebih berbahaya lagi, pencemaran lingkungan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Pasalnya, pencemaran lingkungan dapat masuk ke dalam kulit melalui penumpukan partikel polusi di permukaan kulit dan diserap oleh folikel rambut dan kelenjar keringat. Beberapa di antaranya bersirkulasi dalam plasma yang menembus lebih dalam ke dalam kulit.

Polusi yang masuk menghasilkan radikal bebas yang menurunkan kapasitas antioksidan enzim dan non-enzim kulit (vitamin E, vitamin C, dan glutathione). Rusaknya pelindung kulit inilah yang menyebabkan kulit kehilangan banyak kelembapan. “Kulit menjadi lebih kering dan mudah meradang sehingga menimbulkan gejala gatal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gen Z perlu memperhatikan hal-hal berikut saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Amelia mengatakan perawatan kulit secara teratur dapat mencegah kerusakan kulit seperti iritasi. Misalnya mencuci kulit secara rutin dengan sabun lembut minimal dua kali sehari, menggunakan pelembab dan tabir surya, dan bila perlu mengonsumsi suplemen yang sesuai dengan jenis kulit pasien. “Minum air membantu memberikan kelembapan pada kulit kering. Selain itu, mengurangi paparan pencemaran lingkungan seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker juga penting,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *