Maret 2, 2024

JAKARTA – Semakin banyak orang Amerika yang mengenakan keffiyeh, yaitu jilbab dengan pola tebal yang terkait erat dengan simbol-simbol Palestina yang digunakan untuk menyerukan gencatan senjata dalam serangan Israel di Gaza atau untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina.

Penjualan jilbab telah melonjak sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas pada bulan Oktober, kata distributor di Amerika Serikat, meskipun keffiyeh telah dilepas secara paksa oleh pasukan keamanan selama beberapa protes dan pemakainya melaporkan bahwa mereka menjadi sasaran pelecehan verbal dan fisik.

Tiba-tiba ratusan orang mengunjungi situs tersebut pada saat yang sama dan membeli apa pun yang mereka bisa,” kata Azar Aghayev, distributor Hirbawi di AS, seperti dikutip Aljazeera, Kamis (7/12/2023). ).

Dibuka pada tahun 1961, Hibrawi adalah satu-satunya produsen keffiyeh yang tersisa di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Dalam dua hari, stok yang kami punya habis dan tidak hanya habis, tapi juga terjual.

Hirbawi, yang mematenkan mereknya, menjual syal tersebut secara internasional melalui situs webnya di Amerika Serikat dan Jerman serta di Amazon. Seluruh 40 variasi di situs AS, yang mencakup banyak warna cerah serta hitam dan putih tradisional, telah terjual habis, kata Aghayev.

Data dari perusahaan analisis e-niaga Jungle Scout

Melaporkan bahwa penjualan unit syal keffiyeh meningkat 75 persen dalam 56 hari dari 7 Oktober hingga 2 Desember di Amazon.com dibandingkan dengan 56 hari sebelumnya.

Penelusuran jilbab untuk wanita Palestina meningkat 159 persen dalam tiga bulan hingga 4 Desember dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Penelusuran untuk shemagh militer, keffiyeh Palestina, dan keffiyeh masing-masing meningkat sebesar 333 persen, 75 persen, dan 68 persen.

Keffiyeh dengan pola jaringnya umum ditemukan di seluruh dunia Arab, yang akarnya berasal dari tahun 3100 SM. Keffiyeh pertama kali digunakan sebagai simbol perlawanan Palestina selama Pemberontakan Arab melawan pemerintahan Inggris pada tahun 1936 dan kemudian menjadi jilbab khas ketua Organisasi Pembebasan Palestina Yasser Arafat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *