Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Manajemen PT Fast Food Tbk (FAST) mengakui seruan boikot berdampak pada penjualan jaringan restoran KFC miliknya. KFC menjadi salah satu merek yang masuk daftar boikot karena mendukung tentara Israel.

“Dampak boikot terhadap produk kami meliputi penurunan penjualan dan transaksi bisnis kami,” tulis manajemen FAST pada 28 November.

Untuk mengatasi dampak ini, perusahaan meresponsnya dengan memperkenalkan sejumlah produk dan promosi baru untuk menggantikan operasi yang hilang. Guna meredam dampak boikot, saat ini perseroan fokus melakukan promosi intensif terhadap produk yang dijualnya.

Pasca penurunan penjualan produk KFC, manajemen FAST merevisi perkiraan pertumbuhan tahun 2024 dari sebelumnya 15 persen menjadi 10 persen. Perusahaan yakin dapat mencapai tujuan tersebut dengan menerapkan strategi yang akan dimulai pada tahun 2023. pada akhirnya

Perseroan tidak hanya membuka toko baru di daerah, tetapi juga memindahkan toko yang ada di pusat perbelanjaan ke toko yang berdiri sendiri. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan pangsa pasar.

Manajemen melihat tingkat pertumbuhan rata-rata enam hingga tujuh persen untuk toko-toko yang sudah ada. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan semakin percaya diri untuk memasuki pasar yang lebih potensial dengan ukuran yang lebih besar.

Sebagai tambahan informasi, sepanjang kuartal III 2023, kerugian bersih FAST pada kuartal tersebut sebesar 152,41 miliar. Rp. Dalam materi publiknya, manajemen FAST menyebutkan sejumlah faktor yang menghambat kinerjanya.

Pertama, kenaikan harga beberapa bahan baku akibat inflasi dan tambahan biaya material handling akibat kenaikan upah minimum dan harga bahan bakar. “Kenaikan harga bahan utama yaitu ayam tidak seluruhnya mampu menutupi kenaikan harga jual menu yang pada akhirnya berdampak pada penurunan transaksi,” tulis manajemen FAST.

Faktor lainnya adalah ketatnya persaingan dari restoran cepat saji (QSR), yang keduanya memanfaatkan pandemi pasca-Covid-19. Apalagi, kenaikan upah minimum nasional tidak bisa ditutupi dengan penyesuaian harga menu minimum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *