Februari 26, 2024

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Ibu Kota Kepulauan (OIKN) mengungkapkan, pengiriman parsel atau barang di IKN, Kalimantan Timur, menggunakan teknologi drone dalam rangka penerapan sistem logistik pintar.

“Mungkin sekarang di kota-kota, pasar, e-commerce atau pedagang online akan menggunakan kurir sepeda motor untuk mengantarkan barang atau pesanan ke konsumen, tapi nanti drone IKN yang akan mengantarkan kiriman ke kita,” kata Agus Gunawan, Direktur Transformasi Hijau OIKN. dari Antara.”. Rabu (6/12/2023).

Pemanfaatan teknologi drone untuk mengantarkan paket ke masyarakat merupakan bagian dari penerapan sistem logistik pintar di IKN.

Selain drone, sistem logistik pintar juga menerapkan teknologi lain seperti smart tag, sistem IoT dalam logistik, analisis rantai pasokan berkemampuan AI, dan teknologi sistem pelacakan logistik.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Rincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara, Ibu Kota Nusantara dapat membantu penerapan strategi logistik atau transportasi yang inovatif.

Salah satunya adalah promosi solusi logistik ramah lingkungan dan penerapan teknologi baru yang mendukung inovasi pengiriman jarak jauh, seperti drone dan kendaraan otomatis (AV). Pengiriman barang

IKN juga menerapkan konsep strategi pengiriman barang/logistik yang bertujuan untuk menciptakan sistem logistik yang efisien dengan dampak minimal terhadap lalu lintas kota dan peningkatan keselamatan di sisi transportasi.

Hal ini sejalan dengan strategi logistik masa depan untuk mengatur pergerakan barang dan komoditas melalui kawasan IKN sedemikian rupa sehingga meminimalkan konflik dengan angkutan penumpang, memaksimalkan penggunaan ruang dan menghasilkan keuntungan komersial.

Sebagai informasi, prinsip pengembangan kawasan IKN memadukan tiga konsep perkotaan, yaitu IKN sebagai kota hutan, kota spons, dan kota pintar.

Konsep kota pintar dinilai sebagai elemen menyeluruh dalam menonjolkan perkembangan IKN Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia yang dinamis, inklusif, didukung masyarakat, dan tahan masa depan.

Otoritas Ibu Kota Kepulauan (OIKN) berkomitmen mempercepat penghijauan kawasan terdegradasi seperti bekas pertambangan, untuk memastikan 65 persen lahan terkonversi menjadi hutan tropis.

“Kita perlu bekerja keras di bidang ini. Tidak hanya menanam pohon, tapi juga membangun hutan indah dengan keanekaragaman hayati yang lebih baik,” kata Myrna Asnawati Savitri, Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Rabu (12/06/2023).

Melalui acara COP28 di Dubai, UEA, IKN juga meluncurkan Nusantara’s Regionally and Locally Defeded Contribution (RLDC), sebuah dokumen peta jalan yang menguraikan langkah-langkah yang diambil Nusantara untuk menjadi kota tanpa emisi atau bahkan karbon-negatif pada tahun 2045.

Mirna mengatakan, pihaknya akan meluncurkan Positive Nature Plan sebagai dokumen pelengkap RLDC.

“Untuk melaksanakan operasi reboisasi dan pengendalian deforestasi, kami juga menerapkan kebijakan moratorium kelapa sawit dan izin pertambangan. Pada saat yang sama, penerapan undang-undang terhadap aktivitas penambangan ilegal dilakukan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga lain melalui satuan tugas khusus. terkait penambangan liar”, jelasnya.

Hutan IKN Upaya ini dilakukan karena banyak bagian hutan IKN yang kondisinya memprihatinkan. Dulunya merupakan industri ekstraktif, kini hutan alam telah diubah menjadi hutan monokultur, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan pertambangan.

Untuk itu upaya reboisasi terus ditingkatkan mengingat komitmen IKN bahwa 65 persen dari sekitar 252.000 hektare IKN merupakan hutan tropis.

Di sisi lain, IKN juga ingin mengandalkan solusi berbasis alam untuk mengatasi permasalahan air yang mungkin timbul di wilayahnya. “Kami tidak hanya ingin mengurangi emisi, tetapi kami juga ingin mengubah nusantara menjadi kota yang berketahanan iklim,” kata Bongke Widerianto, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Hutan dan Sumber Daya Air OIKN.

Salah satu fokusnya adalah mengatasi permasalahan air yang umum terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Saat musim hujan, banyak wilayah yang rentan terkena banjir, sedangkan saat musim kemarau berisiko mengalami kekeringan.

Untuk mengatasi masalah ini, kami akan mengandalkan solusi berbasis alam dalam pengelolaan air,” kata Bonnke. Misalnya, IKN akan membangun waduk di kawasan inti untuk menampung air yang akan digunakan di nusantara.

“IKN juga dirancang sebagai kota spons yang mampu menyerap air hujan ke dalam tanah untuk mencegah banjir dan memulihkan siklus alami air. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan IKN,” ujarnya. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *