Maret 4, 2024

Batang Hari, 1 November 2023 – Penggunaan gawai yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain gangguan saraf, gangguan tidur, dan gangguan psikologis. Hal ini merupakan ancaman serius bagi generasi muda masa depan.

Profesor Dr. Dr. Hal itu diungkapkan Ridha Dharmajaya, penggiat Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI), baru-baru ini saat sosialisasi bahaya penggunaan gadget yang tidak tepat di Gedung Pemuda Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Penggunaan gadget yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain saraf terjepit, kematian saraf, dan kelumpuhan, ujarnya, seperti dikutip kabarbinjai.com Tekno dari keterangan resmi.

Ia menjelaskan, saraf terjepit dapat menimbulkan gejala seperti rasa berat di bahu, leher nyeri, tangan kesemutan, dan gelisah saat bangun tidur. Mengabaikan gejala tersebut dan terus menggunakan gadget dengan posisi yang salah dapat menyebabkan kematian saraf.

Kematian saraf ini jauh lebih berbahaya dan berujung pada kecacatan. Gejala yang dialami adalah kelumpuhan pada lengan dan kaki, hilang atau tidak bisa buang air kecil, dan penurunan kualitas pada pria, ujarnya.

Selain gangguan syaraf, gangguan tidur juga bisa disebabkan oleh penggunaan gadget yang tidak tepat. Pasalnya, cahaya biru yang dipancarkan layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur ritme sirkadian tubuh.

Penggunaan gadget yang tidak tepat juga dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan gangguan makan. Sebab, gadget bisa menjadi sarana mengakses berbagai informasi, termasuk informasi negatif dan adiktif.

Oleh karena itu, Ridha meminta masyarakat untuk menggunakan gadget secara bijak dan bertanggung jawab. Ia juga mengajak orang tua untuk memantau penggunaan gadget pada anak.

“Kami bersinergi menjaga kesehatan generasi muda dengan menggunakan gadget secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

800.000 warga Palestina di Jalur Gaza Utara tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan Hingga 800.000 warga Palestina di Jalur Gaza Utara saat ini tidak memiliki asuransi kesehatan, menurut Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza. kabarbinjai.com.co.id 7 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *