Maret 4, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Vitamin C menjadi salah satu bahan perawatan kulit yang sedang tren dalam beberapa tahun terakhir, dan memang demikian adanya. Sebagai bahan serbaguna, vitamin C kini ditemukan dalam serum, krim, pembersih, dan formulasi lainnya.

Vitamin C juga dikenal dengan berbagai manfaatnya, mulai dari sifat antioksidan dan perlindungan UV hingga efek hidrasi dan mencerahkan. Namun, meski vitamin C sangat populer, ada banyak mitos perawatan kulit yang melingkupinya.

Melansir SEA Mashable, Rabu (29/11/2023), berikut tujuh mitos yang kerap dianggap benar.

1. Vitamin C sebaiknya dikonsumsi hanya pada pagi hari.

Bertentangan dengan anggapan umum, vitamin C dapat digunakan secara efektif baik di pagi maupun malam hari. Dipercaya sebagai produk siang hari karena memberikan perlindungan antioksidan terhadap kerusakan akibat sinar UV. Namun, menambahkan vitamin C ke dalam rutinitas malam hari Anda memastikan kulit Anda terus menikmati manfaat antioksidan dan mencerahkan sepanjang waktu.

2. Vitamin C dapat menggantikan tabir surya.

Meskipun vitamin C memiliki sifat antioksidan yang dapat meningkatkan pertahanan kulit terhadap tekanan lingkungan, namun tidak menggantikan fungsi penting tabir surya. Tabir surya dirancang khusus untuk memberikan perlindungan komprehensif terhadap sinar UV yang berbahaya, dan harus menjadi bagian yang tidak dapat dinegosiasikan dalam rutinitas perawatan kulit harian Anda.

3. Vitamin C hanya berupa kabut sementara, dan akan hilang bila kabutnya hilang.

Meskipun ada banyak produk perawatan kulit yang menjadi viral akhir-akhir ini, vitamin C sebagai salah satu bahannya memiliki manfaat lebih dari sekadar membiarkannya saja. Terbukti memberikan keajaiban dalam mencerahkan kulit, meningkatkan elastisitas dan meremajakan kulit, Vitamin C adalah bahan perawatan kulit favorit dokter kulit yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan akan tetap ada.

4. Vitamin C rapuh dan mudah kehilangan nutrisinya karena sensitif terhadap cahaya dan panas

Meskipun manfaat vitamin C mulai berkurang setelah terpapar udara, cahaya, dan panas, bukan berarti semua produk vitamin C memiliki umur simpan yang pendek. Banyak formulasi yang dirancang agar stabil dan memiliki umur simpan yang lama dengan tetap menjaga nutrisi.

5. Vitamin C memberikan hasil langsung.

Seperti kebanyakan bahan perawatan kulit, vitamin C menawarkan beragam manfaat jangka panjang bagi kulit, namun biasanya tidak memberikan hasil langsung. Penggunaan yang konsisten dan konsisten dari waktu ke waktu sangat penting untuk melihat manfaat penuh.

6. Sumber vitamin C alami sama efektifnya dengan produk perawatan kulit.

Mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk dan beri penting untuk kesehatan secara keseluruhan, sedangkan penggunaan serum vitamin C dan masker wajah buatan sendiri dapat membantu perawatan kulit. Namun produk perawatan kulit bervitamin C justru memberikan manfaat yang tepat sasaran pada kulit. Hal ini karena formulasi perawatan kulit dirancang untuk penyerapan dan daya tahan yang lebih baik.

7. Vitamin C akan mengiritasi kulit dan menyebabkan kekeringan.

Faktanya, vitamin C tidak membuat kulit kering. Sebaliknya, justru bisa membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Namun bentuk kandungan vitamin C bermacam-macam, dengan kombinasi formulasi yang berbeda-beda akan memberikan hasil yang berbeda pula. Beberapa produk vitamin C lebih stabil dan tidak memicu iritasi kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *