Februari 26, 2024

Kota Tangerang. Kecemasan anak ketika memasuki lingkungan baru sering kali terjadi, terutama saat memasuki sekolah.

Anak-anak seringkali merasa cemas sehingga membuat mereka menangis dan tidak ingin orang tuanya meninggalkannya. Bahkan, dalam beberapa kasus, anak meminta orang tuanya untuk menemaninya di kelas, menemani belajar, atau membiasakan diri dengan lingkungan baru.

Kondisi ini juga terkadang membuat bingung orang tua, yang mau tidak mau mengakibatkan orang tua bersikap tegas terhadap anak hingga menyebabkan anak menangis.

Menyadari situasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan layanan konseling yang tersedia secara online melalui hotline khusus dan offline.

Layanan ini disediakan oleh Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Kelahiran dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tangerang melalui Puspaga.

Presiden Puspaga Kota Tangerang Sri Damayanti mengatakan, layanan ini memungkinkan orang tua berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater mengenai masalah yang dihadapi orang tua atau anak di hari-hari pertama sekolah.

“Banyak anak yang tidak bisa menceritakan permasalahannya kepada orang tuanya, dan ada juga orang tua yang tidak memahami permasalahan yang dihadapinya, sehingga saat masuk sekolah menjadi pelampiasan bagi mereka.”

“Siapa tahu mungkin bisa membicarakan masalah ini dengan psikolog atau psikiater karena psikolog punya cara tersendiri untuk membuat seseorang, dalam hal ini anak-anak, lebih nyaman mengungkapkan masalahnya,” ujarnya, Selasa, 17 Juli 2023. .

Lanjutnya, dengan adanya layanan konsultasi ini masyarakat dapat menghubungi secara online di 0813-9884-7460.

“Kami membelinya gratis, ada layanan online dan offline. Untuk layanan online dapat menghubungi nomor yang kami sediakan dan untuk layanan offline pelamar dapat datang ke kantor di Puspaga Kota Tangerang, Jalan KS Tubun Gedung 2 Cisadane. Flat, Tangerang, katanya.

Mereka dapat memberikan nasihat mengenai masalah pengasuhan anak, masa kanak-kanak, remaja dan keluarga. Selain itu, terdapat juga kelas umum untuk parenting, pranikah, dan anak berkebutuhan khusus.

“Kami menawarkan berbagai layanan dan buka dari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB gratis alias gratis,” ujarnya. Ayah yang mengurung keempat anaknya hingga tewas di Jagakars itu sedang memegang pisau saat ditemukan tak sadarkan diri. Empat anak di Jagakars ditemukan tewas setelah polisi mendapat laporan dari warga bahwa ada bau yang sangat menyengat dari dalam rumah. kabarbinjai.com.co.id 6 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *