Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Delegasi PT Djarum melakukan pemaparan mengenai pengelolaan sampah organik pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (Climate Change Summit) 2023 atau Conference of the Parties (COP28) ke-28. Arab Saudi. Putri.

Dalam diskusi bertajuk Transformasi Sampah Organik Menuju Solusi Iklim Regeneratif di Anjungan Indonesia, PT Djarum di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mengurangi pengendalian iklim dengan mengurangi jumlah sampah yang dikirim (TPA), lapor Antara kemarin.

Dalam mengolah sampah organik, Djarum menggunakan teknologi fermentasi dari VRM Groundswell untuk menghasilkan tanah kompos. Sampah organik bekas tersebut dipisahkan dari lokasi yang berbeda dan diolah di 32 Puskesmas yang terletak di lokasi berbeda di Kabupaten Kudus.

Proses pengomposan dilakukan dengan sedikit bau sampah dan tidak memerlukan banyak proses mekanis. Pada akhir tahun 2023, program ini akan menyerap lebih dari 50.000 meter kubik (m3) sampah organik dan menghasilkan 22.492 m3 tanah kompos siap pakai atau HumiSoil.

Djarum bekerja sama dengan 312 mitra dari berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Kudus untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam pemilahan sampah. restoran, harga sekolah, Sejauh perumahan. Sampah organik yang telah dipilah diolah menjadi HumiSoil yang digunakan untuk menyuburkan tanah. “Inisiatif ini siap melaksanakan rencana pelepasan seluruh Kudus,” kata Jemmy Chayadi, Direktur Strategi dan Pembangunan Berkelanjutan PT Djarum.

Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang turut serta dalam diskusi tersebut memuji inisiatif Djarum dalam mengolah sampah organik. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mewakili pemerintah mengapresiasi positif apa yang dilakukan Djarum di Kabupaten Kudus.

Sampah organik yang berasal dari makanan merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca. “Oleh karena itu, pengolahan sampah organik yang baik harus menjadi perhatian masyarakat,” kata Novrizal.

Novrizal mengatakan komitmen pemerintah Indonesia dalam Nationally Defeded Contribution (NDC) bertujuan untuk mengurangi emisi limbah padat sebesar 40 juta ton per tahun pada tahun 2030.

Pemerintah Indonesia memiliki empat pilar utama Indonesia Zero Waste 2050: tidak ada lagi tempat pembuangan sampah; menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi produksi sampah; “Kami berharap aksi yang dilakukan Djarum ini menjadi stimulus bagi pihak swasta lainnya untuk melakukan hal serupa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *