Maret 2, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Beberapa perusahaan besar memutuskan untuk berhenti beriklan di platform media sosial X milik Elon Musk. Untuk menyiasati perubahan besar ini, X mengembangkan strategi periklanan baru agar dapat bertahan.

Perusahaan dan merek besar mulai berhenti beriklan di X setelah kelompok pengawas liberal Media Matters merilis sebuah laporan. Laporan tersebut menemukan bahwa beberapa iklan X berhenti muncul setelah pesan anti-Semit.

Situasi semakin buruk ketika Musk melontarkan komentar yang menghina orang Yahudi. Dalam komentarnya tersebut, Musk mengklaim bahwa orang Yahudi menyimpan kebencian dialektis terhadap orang kulit putih. Menurut berbagai laporan, komentar ini mendorong beberapa merek besar untuk menangguhkan iklan di platform X.

Dalam sesi wawancara di New York Times Dealbook Summit, Musk diminta mengomentari perusahaan atau merek besar yang berhenti beriklan di X. Musk kemudian menyatakan bahwa langkah menghentikan iklan tersebut merupakan bentuk ancaman atau tekanan terhadap Musk.

“Seseorang ingin mencoba mengancam saya dengan iklan? Mengancam saya dengan uang? Cium saja,” kata Musk pada Senin (23/04/23) seperti dilansir Times of India.

Selain pernyataan tegas, Musk bahkan berani menyindir dengan menyebut nama salah satu pejabat penting perusahaan yang berhenti berpromosi

Dalam beberapa kesempatan, Iger mengungkapkan bahwa perusahaannya memiliki pandangan yang tidak sejalan dengan Musk terkait pesan anti-Semit. Iger menilai hubungan Disney dengan Musk dan X tidak menghasilkan hubungan yang positif. “Dan kami memutuskan untuk menarik iklan kami,” kata Iger.

Selain Disney, banyak merek dan perusahaan besar lainnya yang berhenti beriklan di X. Beberapa di antaranya adalah Apple, IBM, Comcast, dan Walmart.

“Kami berhenti beriklan di X setelah menemukan platform lain yang lebih mampu menjangkau pelanggan kami,” kata juru bicara Walmart.

Iklan untuk perusahaan dan brand besar menjadi pendapatan utama perusahaan X. Namun X nampaknya tidak patah semangat meski telah kehilangan sebagian sumber pendapatan utamanya.

Sebaliknya, X memutuskan untuk mengembangkan strategi periklanan baru. Menurut laporan, strategi periklanan baru ini menargetkan pengiklan usaha kecil dan menengah.

“UKM adalah ‘mesin’ dengan dampak yang sangat besar yang seringkali kita anggap remeh. (Tapi untuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *