Maret 2, 2024

Jakarta – Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi topik perdebatan publik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pasalnya, evolusi AI memiliki kelebihan dan kekurangan.

AI disebut-sebut membawa dampak besar pada sisi positif kehidupan. Namun ada juga sisi negatifnya yang berdampak besar, terutama di tengah tahun politik ini.

Banyak produsen AI yang tidak terlihat. Karena sifatnya yang tidak terbuka, terdapat kekhawatiran bahwa sifat AI ini akan disalahgunakan.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menyiapkan regulasi mengenai AI untuk menghindari situasi yang tidak menyenangkan. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan AI harus menghadapi sikap yang sama, memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko.

“Yang ingin kami lakukan adalah merespons AI dengan satu sikap, meningkatkan manfaat, meningkatkan keuntungan, dan mengurangi risiko.

Rencananya pekan depan Kominfo akan berdiskusi dengan pengembang, pengguna, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam penggunaan AI. Kominfo akan membuat pedoman penggunaan AI.

“Kominfo sedang mencoba membuat manual penggunaan keahlian teknis. Jadi nantinya akan berbentuk surat edaran. Masih belum ada perintah menteri atau peraturan menteri yang bersifat wajib, tapi itu wajar. Kami menetapkan standar bagi pengembang, pengguna, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam penggunaan AI. Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam mengembangkan AI, ujarnya.

Oleh karena itu, surat edaran tentang pedoman penggunaan kecerdasan buatan ini akan kita bahas pada hari Senin, kami akan mengundang sekelompok pemangku kepentingan. Sudah ada daftarnya. “Kami menyiapkan draf berdasarkan diskusi dan mengasimilasikannya dari keprihatinan seluruh dunia dan keprihatinan nasional yang ada. Kami mencoba mencermatinya, mengambil intinya, berdiskusi dengan banyak pihak,” imbuhnya.

Nezar menambahkan, pihaknya berharap surat edaran tersebut segera rampung dan diterbitkan pada awal Desember mendatang.

“Pada akhirnya kami akan merilisnya, mudah-mudahan pada awal Desember, dan kami akan memimpin pengembangan AI,” kata Nezar. Waspadai bahaya ‘Deepfakes’, penyebar kekacauan informasi. kabarbinjai.com.co.id pada 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *