Februari 26, 2024

Tasikmalaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara soal kasus dugaan titipan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakemitan 1 dan 3 di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya yang dilakukan mantan kepala sekolah. ADALAH.

Plt Kepala OJK Tasikmalaya Misyar Bonowisanto mengatakan, hingga saat ini pemerintah dan perbankan terus memberikan layanan bagi mahasiswa untuk berhemat. Nama programnya adalah Kecar, kependekan dari rekening pelajar yang didalamnya terdapat program Tabungan Pelajar (Sederhana).

“Pemerintah dalam hal ini OJK merilis model umum dengan program Kejar yaitu satu rekening satu pelajar. Dimana produknya adalah Tabungan Pelajar atau Simpel. Untuk pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga SMA,” kata Miscar. , saat ditemui di kantornya pada Selasa, 25 Juli 2023.

Menurut Misyar, program Sederhana bisa diterapkan pada seluruh siswa mulai dari usia prasekolah hingga sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, pelajar juga tidak keberatan karena deposit mulai dari Rp 1000 tergolong rendah di program sederhana. “Sasarannya adalah pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA. Tabungan pelajar bisa mulai dari Rp 1.000 dengan DP murah,” ujarnya.

Kalau sederhana bisa dilakukan secara kolektif atau sendiri-sendiri di sekolah, karena orang tua ke bank untuk mengumpulkan simpanan siswa. Kalau di bank biasa, siswa hanya buka rekening Rp 5.000, lalu mereka buka rekening Bank syariah mereka hanya punya uang Rp 1.000 mereka bisa menabung dan sudah punya tabungan.

Diakui Misyar, program Simpel di sekolah sudah dilaksanakan sejak lama bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Priangan Timur dan perbankan. Bahkan, OJK mengeluarkan surat edaran yang mengajak mahasiswa untuk mengikuti program Sederhana.

“Program sederhana ini sudah disalurkan ke sekolah-sekolah secara massal. Kami bekerja sama dengan 7 Kabupaten Kota dan Perbankan di Priangan Timur. Kami sudah mengeluarkan surat edaran di setiap kota dan kabupaten untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam program ini. Tujuannya untuk menanamkan kepada siswa kecintaan menabung sejak dini,” tuturnya.

Misyar mengimbau masyarakat, terutama orang tua dan sekolah, untuk mempercayakan tabungannya kepada bank. Tujuannya untuk memastikan bahwa risiko dijamin oleh OJK dan dipantau secara jelas. Hal ini berbeda dengan diadakan di sekolah yang pengawasan keamanannya sulit.

“Kalau kebijakan produknya sebenarnya sudah ada, sekarang kita tinggal sekolah lagi, bagaimana mendorong siswa untuk menabung di bank. Buat apa mengajukan ke bank untuk memperjelas bahwa risikonya dijamin terpantau. simpan di guru atau di sekolah yang sulit dikontrol OJK, LPS juga ada,” pungkas Misyar.

Sebelumnya, ratusan orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pakemitan di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya menyerbu sekolah tersebut pada Sabtu 22 Juli 2023 lalu untuk mengambil kembali titipan anaknya. Orang tua ini tidak dapat memperoleh kembali simpanan mereka. penjabat direktur sekolah (Kepsek) kalah.

Kesimpangsiuran tabungan pelajar ini terjadi sejak Juni 2023, dimana biasanya orang tua pelajar bisa mendapatkan kembali tabungannya sebelum proses kenaikan tarif. Namun pihak sekolah menjelaskan, uang penampungan tersebut dikelola oleh mantan Pj Kepala SDN 3 Pakemitan berinisial IS yang merupakan kepala sekolah terakhir SDN 1 Pakemitan.

Ratusan orang tua siswa yang marah berkumpul di GOR Desa Pakemitan Kidul untuk berdiskusi dengan pihak sekolah, setelah itu panitia dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya meminta klarifikasi atas simpanan siswa yang berjumlah sekitar Rp 800 juta.

Laporan: Denden Ahdani OJK: Kejahatan di industri jasa keuangan semakin canggih Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk semakin memperkuat penegakan hukum badan penyidik ​​di industri jasa keuangan. kabarbinjai.com.co.id 6 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *