Maret 3, 2024

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Gunjar Pranu menambah Kuota Penerimaan Peserta Didik (PPDB) baru SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah sebanyak 220 kelompok belajar (rombil) atau 7.920 kursi pada tahun 2023. Penambahan ini mengingat SMAN dan SMKN saat ini hanya mampu menampung kurang dari separuh lulusan SMA sederajat.

“Selain itu, jumlah lulusan SMA dan sederajat pada tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.” kata Ganjar pada Rabu, 14 Juni 2023.

Sejumlah persiapan telah dilakukan agar penambahan jumlah kursi tidak berdampak pada penyediaan tambahan guru dalam anggaran.

“Penambahan kuota PPDB ini seiring dengan optimalisasi jumlah jam mengajar guru per minggu, dengan tetap mempertahankan jumlah jam mengajar guru maksimal 40 jam per minggu (JPL),” kata Ganjar.

Rencana lain telah disiapkan untuk memberhentikan guru tambahan. Caranya dengan mengklasifikasikan guru berdasarkan zona.

Selain itu, optimalisasi dilakukan melalui pembuatan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), ruang kelas virtual, ruang kelas jarak jauh, serta optimalisasi fasilitas yang ada. “Tujuannya untuk menjadi lebih baik,” tambah Ganjar.

Pada tahun 2022, kapasitas PPDB SMA/K di Jawa Tengah sebanyak 217.781 kursi, dengan rincian SMA Negeri 116.102 kursi dan SMK Negeri 101.679 kursi. Pada tahun 2023, kuota tersebut akan meningkat menjadi 225.701 kursi, dengan 122.222 kursi dialokasikan untuk sekolah menengah negeri dan 103.479 kursi untuk sekolah kejuruan negeri.

Menurut Ganjar, penambahan jumlah kursi tentu akan mempengaruhi penyediaan anggaran pendidikan BOP. Namun, sebuah harapan diberikan.

Ia menambahkan, “Kondisi seperti itu (kursi tambahan) akan dibuat dengan menggunakan dana yang dialokasikan untuk pekerjaan pendidikan.”

Penambahan kuota PPDB SMAN/SMKN merupakan salah satu bentuk komitmen Gunjar dalam pemerataan akses pendidikan di Jawa Tengah. Selain itu juga ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan melalui prioritas pendidikan.

Rektor Universitas PGRI Semarang Dr Sri Sosyati memuji langkah strategis Gubernur Ganjar Pranu dengan menambah kursi di PPDB kali ini. Menurutnya, hal ini merupakan upaya yang baik untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Jawa Tengah.

“Saya kira tujuannya adalah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah menengah atas/profesional,” kata pakar pendidikan Indonesia.

Susi mengatakan penambahan 7.920 kursi merupakan ide bagus. Sebab, anak-anak di Jawa Tengah mempunyai peluang lebih besar untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

Beliau mengatakan: “Artinya anak-anak kita mempunyai niat yang sangat baik, agar anak-anak kita mempunyai kesempatan belajar secara luas.”

Suciati mengatakan ruangan tambahan ini juga telah dipersiapkan dengan matang. Sebab, peningkatan kuota dibarengi dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. termasuk staf pengajar. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem pendidikan dan manajemen di Jawa Tengah semakin maju.

“Kalau infrastruktur cukup dan guru cukup, akan sangat baik jika kita memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kita yang berkesempatan bersekolah di sekolah negeri,” kata Sosiati.

Seperti diketahui, proses PPDB terbuka bagi calon siswa SMAN dan SMKN Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan dimulai pada 12 Juni hingga 6 Juli 2023. Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi PPDB online tingkat SMA Negeri dan SMK se-Jawa Tengah. Demikian pandangan terdakwa kriminal yang membunuh secara brutal seorang siswa sekolah kejuruan di Kota Maidan Menurut semua pemberitaan, korban, seorang siswa sekolah kejuruan berusia 15 tahun, dipaksa minum sebelum dibunuh oleh penjahat tersebut. selesai kabarbinjai.com.co.id 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *