Februari 26, 2024

Liputan6.com, Jakarta Satriyo Yudi Wahono atau Piyu mengalami perubahan penampilan yang drastis selama setahun terakhir. Gitaris Padi Reborn tak lagi tampil dengan topi khasnya. Namun, rambut di kepala musisi berusia 50 tahun itu kini terlihat lebih lebat.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan dari beberapa teman dan penggemar musik yang ditujukan langsung kepada Piyu. Bagi mereka, tentu yang paling menarik adalah melihat pencipta lagu “Penjaga Hati” Ari Lass itu kini kembali memiliki rambut.

“Saya sangat puas dengan hasil pertama. Bagus sekali dan keren dan semua orang juga tertarik, ini malah lucu, teman saya memberi saya hadiah, kemarin saya memberinya topi. Lalu di DMku: ‘Mas ada apa dengan topiku, aku mendatangimu?’ “Oooh, tidak, tidak apa-apa. “Saya tidak memakai topi lagi,” kata Piyu Padi Reborn sambil tertawa.

Sudah setahun Piyu tampil dengan rambut baru dan kepercayaan diri yang luar biasa. Tapi apakah semuanya sudah berakhir bagi Piya? Tentu saja tidak. Musisi yang membintangi film berjudul Lagu Untuk Tuhan ini mengaku punya satu masalah lagi terkait kepalanya.

“Saya mempunyai masalah di bagian depan rambut dan juga di bagian atas kepala saya. Dalam melakukan suatu tindakan (transplantasi), tidak bisa dilakukan dua-duanya. “Itu yang kami (dulu) lakukan yang paling depan,” jelas ayah tiga anak ini.

Merasa waktunya tepat, Piyu menjalani transplantasi rambut medium (mahkota) yang kedua. Lantas klinik transplantasi mana yang dipilih pelantun “Harmoni” itu? Piyu menyebutkan nama tempat pertama dia berhasil melakukan transplantasi rambut.

“Nah, setelah transplantasi rambut di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic setahun yang lalu, jujur ​​saya sangat senang dan yang penting saya harus melakukan PRP sebulan sekali. Jadi saya dirawat banget di sana, mereka perhatian banget sama saya, kata Ketua Umum Ikatan Komponis Indonesia (AKSI) itu.

“Saya tidak merasa kaya selama setahun. Tiba-tiba oh, sudah setahun. Jadi sekarang saatnya melakukan transplantasi kedua,” lanjutnya.

Farmanina, Mbio (AAM), dokter spesialis transplantasi rambut dari Farmanina mengatakan, kasus kebotakan yang dialami Piya memang unik. Hal ini terkait dengan hadirnya area donor rambut di bagian belakang kepala pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu.

“Kalau Piyu agak unik ya. Daerah donornya kurang bagus. Jadi daerah donor harus dirawat dengan PRP terlebih dahulu. “Kemudian setahun kemudian kita bisa mengambil tindakan lagi, setelah itu kita bisa mengambil kembali wilayah donor,” jelas Dr. Nina

“Bisa sekali, tapi kalau tidak ada daerah donor yang bagus dan tidak ada waktu untuk membenahi daerah donor, biasanya kita lakukan dua kali,” lanjutnya.

Secara medis, tambah dr. Nino, transplantasi rambut pertama dan kedua Piya pun demikian. Oleh karena itu, ia berharap dalam waktu dekat masalah kebotakan di ubun-ubun kepala Piyu bisa teratasi.

“Secara medis, prosesnya sama. Seperti biasa, hilangkan dulu rambut dari area donor. Kemudian istirahat selama satu jam sebelum tanam. Semua sama. “Semua transplantasi rambut sama,” tambah Dr. Nina

“Terus besok lepas perbannya, hari ketiga cuci rambut, tanggal 14 cek lagi kondisi kerak rambut. Setelah itu setiap bulan dilakukan PRP. Semua sama,” sambungnya.

Piyu, yang merasakan langsung bagaimana ia berhasil menumbuhkan kembali rambutnya setelah transplantasi rambut, mengajak siapa pun yang berjuang dengan rambut rontok atau surut untuk melakukan hal yang sama.

“Bagi teman-teman yang ingin melakukan transplantasi atau transplantasi rambut, apalagi jika ingin berobat ke klinik Farmanina, jangan khawatir. “Semua perawatannya sangat-sangat menyenangkan, nyaman dan menenangkan setelahnya,” ujarnya.

“Dr. Nina memang dokter kelas dunia asal Indonesia. Sayang sekali, saya tidak membawa gitar. Kalau saya bawa gitar, mungkin saya akan main gitar saat transplantasi,” ujar pria kelahiran 15 Juli 1973.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *